Siti Aisyah Agen Intelijen Korea Utara ?

0
1128

Liputan1.com-Siti Aisyah Agen Intelijen Korea Utara ?

Berkaitan dengan hal ini, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Badan Intelijen Negara menyelidiki kebenaran isu warga Serang, Banten, Siti Aisyah yang menjadi tersangka pembunuhan Kim Jong-nam, di Malaysia sebagai agen intelijen Korea Utara. Kemenlu mulai menyelidiki peran Siti dalam pembunuhan kakak tiri Presiden Korea Utara, Kim Jong-un itu.

Wakil Menteri Luar Negeri, Abdurrahman Mohammad Fachir, mengaku hingga kini masih mencoba mencari rekam jejak Siti.

“Iya pastinya dia orang WNI. Dia WNI, hanya itu ada datanya. Belum itu (soal agen mata-mata),” ucap Fachrir di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (17/2).

Kemenlu juga melakukan investigasi soal kabar dugaan keterlibatan WNI lain selain Siti Aisyah.

“Kita belum dapat info itu. Kita fokus pada yang ada sekarang. Kalau ada info berikutnya, kita akan kasih tahu,” tandas Fachrir.

Kim Jong-nam meninggal pada Senin, 13 Februari 2017. Kim Jong Nam diduga tewas diracun di bandara saat menunggu penerbangan ke negara tempat tinggalnya, Macau.

Rekaman CCTV menunjukkan dia dibekap oleh dua pelaku perempuan sebelum dilarikan ke rumah sakit dan tewas dalam perjalanan.

Pihak Negeri Jiran juga telah secara resmi mengonfirmasi bahwa pria yang berpergian dengan nama palsu Kim Chol itu adalah Kim Jong-nam. Polisi saat ini tengah mencari empat pria yang terlihat menemani dua perempuan terduga pelaku pembunuhan Jong-nam di bandara sesaat sebelum Jong-nam tewas terbunuh.

Sementara Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) memastikan bahwa Siti Aisyah bukanlah seorang tenaga kerja Indonesia. Siti dipastikan tak tercatat dalam daftar resmi tenaga kerja Indonesia di luar negeri.

“Berdasarkan pengecekan di database BNP2TKI, tidak ditemukan nama Siti Aisyah sebagai TKI yang bekerja di Malaysia,” ujar Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid, dalam siaran persnya, Jumat (17/2).

Nusron mengatakan, berdasarkan informasi yang ia dapat dari koordinasi dengan Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur, Siti memang tercatat berada di Malaysia.

“Namun, belum diperoleh informasi lengkap mengenai kapan Siti Aisyah [ke Malaysia], apa yang dilakukannya di Malaysia dan bagaimana sampai disangka terlibat dalam pembunuhan warga Korea Utara,” tutur Nusron.

Menurut Nusron, pemerintah masih sulit mendapatkan informasi karena KBRI Kuala Lumpur belum mendapatkan akses konsulatan untuk bertemu dengan Siti. Sesuai ketentuan Malaysia, akses konsulatan biasanya diberikan sepekan setelah penahanan.

“Tapi Pemerintah Indonesia akan memberikan bantuan hukum kepada Siti Aisyah apa pun status dia di Malaysia, apakah sebagai TKI atau WNI yang sedang berkunjung ke Malaysia,” demikian bunyi pernyataan BNP2TKI.

Siti masih akan ditahan untuk dimintai keterangan lebih lanjut hingga sekitar tujuh hari setelah ia dibekuk Ia ditahan pada Kamis (16/2), berselang dua hari setelah Kim Jong Nam dinyatakan meninggal dunia, Senin (13/2).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here