Petinggi GOJEK Dilaporkan ke Polisi

0
480

Liputan1.com-Petinggi GOJEK Dilaporkan ke Polisi

KB, Direksi PT Go-Jek Indonesia dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penggelapan oleh Rosikin, seorang driver Go-Jek. Pelaporan ini menyusul akibat di-suspend-nya akun Rosikin, sehingga dia tidak dapat mengambil saldo di akunnya tersebut.

“Kita melaporkan PT Gojek Indonesia yang diduga melakukan tindak pidana penggelapan terhadap drivernya. Jadi banyak sekali dari rekan-rekan Gojek ter-suspend akunnya, sehingga saldo yang ada di akun mereka tidak bisa diambil,” ujar pengacara dari LBH Jakarta Oky Wiratama kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (17/2/2017).

Oky mengatakan, pihaknya belum bisa mendata berapa banyak driver Go-Jek yang dirugikan atas hal tersebut. “Hanya sedikit driver yang berjuang melaporkan kasus ini, karena banyak sekali tidak berani melaporkan,” imbuh Oky.

Ia menambahkan, pihaknya telah mencoba melakukan mediasi dengan PT Go-Jek. Namun, sejauh ini pelapor belum mendapat tanggapan dari pihak Go-Jek.

“Kami sudah mengatur pertemuan dengan pihak PT Gojek, tetapi tidak ada etiket baik karena tidak ada respon dari PT Gojek. Kami juga sudah mengundang PT Gojek ke LBH Jakarta tapi setelah menunggu berapa bulan tidak ada respon yang baik,” lanjutnya

Lantaran tidak ada tanggapan dari pihak Go-Jek, Rosikin didampingi LBH Jakarta melaporkan KB ke Polda Metro Jaya. Laporan tersebut tertuang dalam Tanda Bukti Laporan bernomor LP/843/II/2017/PMJ/Ditreskrimum, Rosikin melaporkan KB, salah satu direktur di PT Go-Jek Indonesia dengan tuduhan Pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan.

“Jadi karena tidak ada respon yang maka kami berencana melaporkan terkait dugaan tindak pidana penggelapan,” imbuhnya.

Menurut Oky, hubungan driver dengan PT Go-Jek adalah sistem kemitraan, sehingga harus ada kesetaraan dalam hubungan kerja tersebut.

“Pada dasarnya driver Gojek ini diikat dengan hubungan kemitraan, bukan antara pengusaha dan buruh. Kalau sebagai mitra maka harus setara, bukan layaknya perjanjian kerja antara buruh dan pengusaha. Kalau mitra harus setara, namun pada prakteknya bukan hubungan yang setara tapi ada relasi yang timpang,” bebernya.

Rosikin menjelaskan, akunnya sudah tersuspend sejak 23 Januari 2017 lalu. Sejauh ini, Rosikin memgaku belum mendapat penjelasan dari pihak Go-Jek.

“Mengenai alasan kenapa ter-suspend, tidak ada penjelasan dari pihak PT Gojek. Uang yang di akun tidak bisa diambil, uang saya sendiri di akun ada Rp 4,1 juta. Saya ke kantor bolak-balik tidak ada penjelasan sama sekali, hanya bilang sistem, sistem dan sistem,” jelas Rosikin.

Rosikin sudah berulang kali meminta saldonya dikembalikan. “Namun disebut itu sistem sehingga uang di akun hilang,” imbuh Rosikin.

Sementara Sunardi, salah satu pengacara dari LBH Jakarta menjelaskan hal ini sudah berlangsung lama. “Bulan puasa ada beberapa yang sudah ter-suspend dan itu katanya itu sistem, atau sudah otomatis dilakukan oleh sistem,” kata Sunardi.

Menurut Sunardi, Go-Jek membuat aturan sepihak sehingga merugikan para driver. “Tidak ada penjelasan dari PT Go-Jek soal akun yang suspend tersebut, jadi mereka membuat aturan sendiri tanpa perundingan dengan kita para driver,” tambahnya.

“Padahal waktu 4 Oktober 2016 melakukan mediasi juga di Polda sini, dengan Nadim dan berjanji akan merapikan sistem yang ada namun sampai sekarang tidak ada,” lanjutnya.

Sampai berita ini dimuat, belum ada penjelasan dari piha Go-Jek. detikcom telah mencoba mengkonfirmasi kepada Public Relation Manager PT Go-Jek Indonesia Rindu Ragilia, namun belum mendapat jawaban.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here