Wanita Cantik ini Bunuh Diri Usai Video Seks nya Beredar Viral di Internet

0
889

Liputan1.com-Wanita Cantik ini Bunuh Diri Usai Video Seks nya Beredar Viral di Internet

Wanita cantik asal Naples, Italia, Tiziana Cantone, bunuh diri setelah selama setahun berupaya menghapus video seksnya yang beredar viral di internet.

Pada April 2015, perempuan berusia 31 tahun asal Mugnano, di pinggiran kota Naples, Italia, itu mengirim video seks kepada lima orang melalui WhatsApp (WA).

Salah satu yang menerima video seks itu yakni mantan pacarnya, Sergio Di Palo.

Dalam video seks tersebut terlihat, Tiziana tampak  melakukan hubungan seks dengan sejumlah orang tak dikenal.

“Ia cantik namun rapuh. Ia bersama orang yang salah pada waktu yang salah,” kenang teman dekat Tiziana, Teresa Petrosino, seperti dilansir BBC, Kamis (16/2/2017).

Video seks tersebut langsung tersebar dan diunggah ke beberapa situs orang dewasa. Tindakan fisik pada rekaman itu memang tidak menonjol. Tapi ada satu kalimat yang terucap dari mulut Tiziana Cantone.

“Kamu memfilmkannya? tanya Tiziana kepada laki-laki yang memegang kamera. “Bravo!”, tambah Tiziana.

Kata-kata itu seolah menunjukkan seorang perempuan muda yang tidak risih, menikmati adegannya difilmkan saat berhubungan seks. Kalimat itu seperti memberikan orang-orang kebebasan untuk menonton video tanpa syarat: jika ia begitu senang bisa difilmkan, tentunya ia tidak akan keberatan video itu ditonton.

Namun apa yang dilakukan orang-orang Italia bukan hanya menonton video. Komentar-komentar para penonton berubah menjadi lelucon. Foto-fotonya muncul di berbagai t-shirt dan situs parodi. Bahkan, fotonya dibuat meme.

Tidak ada seorang pun tampaknya khawatir apa yang ia pikirkan karena ia terlihat sangat senang dengan hal itu.
Tapi ini adalah sebuah kesalahpahaman yang besar.

“Orang-orang bingung antara menjadi masa bodoh dan membagikannya secara viral,” kata komentator sosial Selvaggia Lucarelli.

“Anda dapat memfilmkan video, membaginya dengan beberapa orang, tetapi ada perjanjian diam-diam bahwa Anda tidak akan berbagi lebih jauh,” tambahnya.

Tiziana Tempuh Jalur Hukum, tapi…

Tiziana Cantone, perempuan rapuh itu, stres setelah video seksnya tersebar luas dan dijadikan meme.

“Ia dan saya tidak pernah benar-benar berbicara tentang rincian video tersebut,” kata temannya, Teresa.

“Saya tidak pernah melihat video itu, dan saya tidak pernah ingin melihatnya. Anda bisa mengatakan ia sangat menderita. Tapi ia kuat,” tambah Teresa.

Cantone memutuskan untuk melawan balik. Tapi tidak ada cara cepat untuk menghapus video seks tersebut. Ia membawa kasus ini ke pengadilan, dengan alasan rekaman itu diunggah ke situs publik tanpa persetujuannya. Pada saat ini, ia tidak mampu lagi hidup normal.

“Ia tidak mau keluar rumah karena orang-orang akan mengenalinya. Ia sadar bahwa dunia maya dan dunia nyata sama,” jelas Teresa.

“Ia mengerti bahwa di beberapa titik situasi ini tidak akan pernah terselesaikan, yaitu calon suami, anak-anaknya kelak bisa menemukan video tersebut, video itu tidak akan pernah hilang,” terangnya.

Tiziana Cantone menenangkan diri di rumah keluarganya terletak di jalanan yang sepi di Mugnano, pinggiran kota Naples.

Di waktu-waktu bahagianya, Tiziana mendengarkan lagu-lagu Italia, membaca novel dan bermain piano. Tapi setelah video intimnya beredar viral, ia menarik diri.

“Hidupnya hancur, di depan semua orang. Orang-orang mengolok-oloknya, yang berakhir dengan parodi di situs porno. Ia dipanggil dengan nama memalukan,” imbuhnya.

Bulan September lalu, pengadilan di Naples memerintahkan video tersebut dihapus dari berbagai situs dan mesin pencari. Tapi ia juga diperintahkan untuk membayar €20.000 (atau sekitar Rp295 juta) untuk biaya pengadilan.

Ibu Tiziana Terima Telepon Dadakan

Pada 13 September 2016, Maria Teresa Giglio pergi bekerja di balai kota setempat, sedangkan putrinya tinggal di rumah. Lalu, Giglio menerima telepon di tempat kerjanya.

“Adik ipar saya menelepon, dan dengan suara tenang ia mengatakan kepada saya untuk segera pulang. Saat saya sampai di sini, saya melihat polisi, ambulans, dan saya langsung mengerti,” tuturnya sambil menangis.

“Adik ipar saya berupaya untuk menyelamatkannya. Tetangga saya tidak mengizinkan saya untuk keluar dari mobil. Saya hampir pingsan. Mereka tidak tidak ingin saya masuk ke rumah ini. Saya bahkan tidak bisa melihatnya untuk terakhir kali,” ucapnya.

Sehari kemudian, Maria Teresa Giglio memakamkan putrinya dalam sebuah peti mati putih. Di luar orang-orang menggambarkan dirinya sebagai seseorang yang “manis, cantik, malaikat rapuh.” (pojoksatu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here