Orang Dekat Bachtiar Nasir Tersangka

0
816

Liputan1.com-Orang Dekat Bachtiar Nasir Tersangka

Bareskrim Polri menetapkan Islahudin Akbar sebagai tersangka kasus dugaan pencucian uang dengan tidak pidana asal pengalihan kekayaan Yayasan Keadilan Untuk Semua. IA merupakan kolega dekat Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Bachtiar Nasir yang bertugas mencairkan dana yayasan tersebut.

“Tersangka IA rekannya BN (Bachtiar Nasir). Dia disuruh cairkan dana oleh BN,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Pol Rikwanto saat dihubungi, Senin (13/2) malam. Dalam kasus ini, kata Rikwanto, Islahudin merupakan orang suruhan Bachtiar untuk mencairkan dana dari rekening yayasan.

Namun, Rikwanto enggan menyebut untuk apa dana tersebut dicairkan. Yang jelas, lanjutnya, pencairan tersebut tidak sesuai dengan peruntukannya.

“Dia kan meminjam rekening yayasan itu untuk hal-hal yang dia maksudkan sendiri. Yang dimaksudkan sendiri sedang didalami materinya,” kata Rikwanto.

Islahudin dianggap melanggar Pasal 5 Undang-undang Nomor 28 Tahun 2004 tentang Yayasan dan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang pemberantasan tindak pidana pencucian uang.

Pada pemeriksaan sebelumnya, Bachtiar mengatakan bahwa ada dana Rp 3 miliar yang dikelola untuk aksi bela Islam pada 4 November dan 2 Desember 2016. Dana tersebut berasal dari donasi masyarakat yang ditampung di rekening yayasan Keadilan Untuk Semua.

Dana tersebut dialokasikan untuk konsumsi, peserta unjuk rasa, hingga korban luka-luka saat aksi 411. Bachtiar mengatakan, mereka juga menggunakannya untuk biaya publikasi seperti pemasangan baliho, spanduk, dan sumbangan lainnya.

Ada pula sumbangan untuk korban bencana Aceh sebesar Rp 500 juta dan di Sumbawa sebesar Rp 200 juta. Namun, Bachtiar membantah ada aliran uang dari rekening yayasan ke pihak lain yang tak sesuai peruntukannya.

Rikwanto menambahkan, kepada tersangka, polisi menerapkan Pasal 5 ayat (1) UU Nomor 28 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan dan UU Nomor 8 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Bachtiar Nasir sendiri telah membantah terkait dengan Yayasan Keadilan untuk Semua. Ia pun mengaku tidak ada penyalahgunaan dan pencucian uang dalam pengelolaan donasi di rekening Yayasan Keadilan Untuk Semua.

Rencananya, Bachtiar kembali diperiksa sebagai saksi pada Kamis (16/2).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here