Rumah Sekretaris FPI Jakbar Dilempar Bom Molotov

0
637
Rumah Sekretaris FPI Jakbar Dilempar Bom Molotov

Liputan1.com-Rumah Sekretaris FPI Jakbar Dilempar Bom Molotov

Insiden teror pelemparan diduga bom molotov kembali terjadi kepada anggota Front Pembela Islam (FPI). Kali ini serangan orang tidak dikenal itu dilakukan di rumah pribadi Sekretaris DPW FPI Jakarta Barat ustaz Wawan di Jalan Raya Meruya Utara, Gang Haji Nimun RT 18, RW 4, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, sekitar pukul 02.15 WIB.

Rumah Ustad Wawan Gunawan tersebut juga dijadikan Posko Laskar FPI Jakarta Barat.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Andi Adnan mengatakan, pihaknya masih menyelidiki para pelaku pelemparan bom molotov tersebut. “Memang benar (ada pelemparan bom molotov), kejadiannya masih diselidiki,” ujar Andi di Mapolres Jakarta Barat, kemarin (8/2).

Menurutnya, pihaknya juga belum mengetahui apa dibalik motif pelemparan molotov itu. “Kami selidiki dulu kasusnya,” tukas Andi.

Menurut salah seorang saksi mata yang bernama Oki Setiwan, 25, saat kejadian dirinya sedang menonton televisi di dalam rumah korban. Tiba-tiba terdengar suara ledakan di atap rumah.

Dia pun langsung keluar untuk mengecek atap rumah. Begitu dia ke depan rumah dilihatnya api sudah berkobar di atap rumah korban.

Namun, saat itu dia masih sempat melihat dua pelaku yang berboncengan sepeda motor kabur. Menurutnya, dua botol berisi bensin dengan kain yang sudah terbakar langsung menyambar atap rumah korban yang terbuat dari bahan fiber.

Sebelum api melalap seisi rumah, warga beramai-ramai berusaha memadamkan api. Setelah sekitar 45 menit api berkobar, akhirnya berhasil dipadamkan warga.

Aparat yang tiba di lokasi begitu mendapat informasi adanya pelemparan bom molotov itu langsung mengerahkan anggotanya. Saat dilakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), diketahui tembok bagian depan hangus, api juga membakar atap, karpet, serta sebuah spanduk.

Selanjutnya, polisi memasang police line di depan rumah itu. Disita pula barang bukti pecahan beling dari dua botol dan sumbu kompor. Asep yang juga pengurus DPW FPI Jakarta Barat mengatakan, syukur tak ada korban jiwa atau luka dalam kejadian itu. “Saat kejadian Ustad Wawan dan isteri ada di rumah, tapi tak ada korban luka. Alhamdulilah, hanya istri Ustad Wawan sedikit shock,” tandas Asep.

Sebelumnya, pada Selasa (7/2) dini hari, pukul 03.00 Posko FPI Depok yang berlokasi di Kompleks Timah Kelapa Dua RT 001 / RW 012 Kelurahan Tugu Cimanggis, Kota Depok juga dilempari dua botol bom molotov. Beruntung dalam kejadian itu tak ada korban terluka.

Saksi mata kejadian Ustad Maruf  yang juga pengurus DPC FPI Cimanggis menyebutkan pelaku tiga orang mengendarai dua sepeda motor, dan ketiganya mengenakan helm.

“Begitu saya dengar suara ledakan langsung saya keluar rumah. Saya masih sempat melihat tiga orang yang mengendarai dua motor. Saya langsung teriak ‘Maling.. Maling!’, tapi mereka langsung tancap gas kabur, selanjutnya saya langsung tendang itu botol berisi bensin yang sudah menyala (api) itu,” terang Maruf.

Sebelumnya pula, pada Kamis (2/2) dini hari, sebuah Posko FPI di kawasan Pasar Rebo Jakarta Timur juga dilempari bom molotov. Dalam aksi teror itu juga tak ada korban jiwa maupun luka.

Sementara itu, Sekjen FPI DKI  Jakarta Novel Bamukmin mengatakan, aksi teror terhadap FPI dalam bentuk pelemparan bom molotov dilakukan pihak-pihak yang tidak suka terhadap FPI. Ia pun menegaskan aksi teror itu sudah menjadi konsekuensi pihaknya.

“Pelemparan bom molotov itu sudah jadi konsekuensi atas aktivitas kami,” tegasnya.

Terkait insiden tersebut, FPI menyerahkan semuanya kepada polisi untuk mengungkap pelaku. “Kita percaya dengan kepolisian bisa menegakkan, mengatasi ini semua,” kata dia.

Hingga kini, kepolisian belum bisa dikonfirmasi perihal pelemparan yang diduga bom molotov di markas FPI tersebut.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here