Heboh, Kiriman E-KTP Palsu dari Kamboja

0
471
Liputan1.com-Heboh, Kiriman E-KTP Palsu dari Kamboja
Menjelang hari pencoblosan Pilkada serentak 2017, masyarakat dihebohkan dengan ditemukannya paket kiriman berisi puluhan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang diduga palsu kiriman dari Kamboja yang ditemukan di BGD Warehousing, Terminal Kargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

Temuan ini cukup mengejutkan, karena terjadi sepekan menjelang pelaksanaan Pilkada serentak yang akan digelar pada Rabu 15 Februari mendatang.

KTP yang ditemukan di pergudangan milik PT Banten Global Development (BUMD Pemprov Banten) ini adalah paket kiriman yang berasal dari Kamboja dengan tujuan Jakarta Utara. Paket ini dikirim oleh jasa ekspedisi FedEx.

Di dalam paket kiriman tersebut, berisi puluhan lembar KTP dan setumpuk kartu NPWP yang diduga palsu. Untuk KTP, ada yang bergambar foto sama, namun identitas berbeda. Diduga, KTP ini akan dipergunakan oleh pihak tidak bertanggungjawab untuk ikut melakukan pemilihan di Pilkada serentak 2017.

Informasi terkait paket kiriman berisi KTP palsu yang diamankan petugas di Terminal Kargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang beberapa hari yang lalu sempat menggegerkan khalayak masyarakat ini membuat jajaran Komisi II DPR RI menggelar inspeksi mendadak ke Kantor Bea Cukai Bandara Soetta pada Kamis (9/2/2017).
Jajaran Komisi II tersebut tiba di Gedung A Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Bandara Soekarno Hatta sekira pukul 11.20 WIB.
Rombongan yang berjumlah 10 orang itu dalam rangka mengklarifikasi dugaan KTP palsu dari Kamboja tersebut.
“Kan kita menerima kabar bahwa ditemukan KTP sekian ribu di Bandara Soekarno Hatta. Kemudian banyak juga kita pandang ini meresahkan,” ujar anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKS, Sutriyono pada Kamis (9/2/2017).
Menurut Sutriyono, paket kiriman berisi KTP dan lainnya ini, selain konteks Pilkada juga rawan untuk disalahgunakan.
Ia menegaskan perlu penegakan aturan terkait dengan undang-undang kewarganegaraan.
“KTP ini kan dokumen kewarganegaraan juga. Jadi kami kesani (Bea Cukai Bandara Soetta) fokus terkait dengan tupoksi Komisi II itu. Kami datang ke Bandara Soekarno Hatta,” ucapnya.
Sutriyono mengungkapkan pihaknya disambut dengan segenap jajaran Bea Cukai Bandara Soetta.
Ada sekitar 7 orang yang menyambut rombongannya itu, namun tidak satu pun yang berani menjelaskan terkait KTP palsu tersebut.
“Kami tanya barangnya ada atau tidak, tapi gak berani menjelaskan. Ada di mana juga tidak ada yang berani menjelaskan. Intinya mereka tidak berani bicara dengan alasan sudah diambil kewenangannya oleh ditjen (Direktorat Jendral Bea Cukai),” katanya.
Tidak mendapat jawaban yang memuaskan, rombongan wakil rakyat itu berencana membahas hal tersebut kembali di tingkat yang lebih tinggi.
Kemudian, mereka pun bergegas meninggalkan Kantor Bea dan Cukai Bandara Soetta menuju Kantor Ditjen Bea dan Cukai, Jakarta.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi, menerima kunjungan resmi Anggota Komisi II DPR RI yang dipimpin oleh Agung Widyantoro pada Kamis (9/2/2017) bertempat di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Rawamagun, Jakarta Timur.
Pada kunjungan tersebut, pimpinan rombongan dan beberapa anggota Komisi II DPR RI melakukan konfirmasi atas beredarnya berita terkait pemasukan KTP palsu melalui Kantor Bea Cukai Soekarno Hatta.
Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Bea Cukai memberikan penjelasan atas pertanyaan-pertanyaan anggota Komisi II DPR RI.
“Berdasarkan laporan dari lapangan, pada hari Jumat tanggal 3 Februari 2017 didapati pengiriman barang melalui Fedex berupa 36 lembar KTP, 32 lembar kartu NPWP, satu buku tabungan, dan satu buah kartu ATM.” jawab Heru Pambudi.
Heru juga menjelaskan bahwa barang kiriman tersebut berasal dari Kamboja.
Sesuai dengan prosedur, petugas lapangan melakukan pemeriksaan rutin atas barang-barang yang dikirim melalui Perusahaan Jasa Titipan termasuk yang lewat Fedex ini.
“Pemeriksaan dilakukan baik atas dokumen maupun fisik barang dengan menggunakan alat bantu Xray. Pemeriksaan dilakukan bersama dengan petugas Fedex. Jadi ini sebenarnya kegiatan rutin.” kata Heru.‎
Saat ini Bea Cukai sedang melakukan pendalaman bersama-sama dengan Direktorat Jenderal Pajak, Kepolisian, dan Kementerian Dalam Negeri/Dukcapil.
“Kami tengah berkoordinasi intensif untuk mengetahui motif dari pengiriman barang-barang tersebut. Kalau melihat ada KTP, NPWP, Buku Tabungan, dan Kartu ATM, bisa jadi pengiriman ini terkait dengan rencana kejahatan siber, kejahatan perbankan, atau pencucian uang. Untuk memastikannya, perlu waktu untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut,” ungkapnya.
Sementara itu, Polda Metro Jaya hingga saat ini belum menerima limpahan kasus ditemukannya Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu oleh Bea Cukai Soekarno di Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Tangerang.
KTP elektronik tersebut diketahui dikirim dari Kamboja dengan tujuan akan diantar ke Jakarta.
“Kami belum ada limpahan darI Bea Cukai, saya masih belum tahu berapa banyak (KTP yang disita,” papar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here