Nelayan Pulau Seribu : Ahok Harus Minta Maaf Bila Nyebut-nyebut Al-Maidah

0
590

Liputan1.com-Nelayan Pulau Seribu : Ahok Harus Minta Maaf Bila Nyebut-nyebut Al-Maidah

Jaenudin alias Panel, yang menjadi saksi dalam sidang lanjutan Ahok ke sembilan di auditorium Kementan, Jalan RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (7/2/2017)
ini mengatakan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) harus meminta maaf atas penyebutan Surat Al-Maidah. Namun penyebutan Al-Maidah baru disadari Jaenudin setelah pertemuan Ahok dengan warga usai.

“Dia nyebut-nyebut Al-Maidah ya harus minta maaf,” katanya Jaenudin

Saat Ahok datang ke Pulau Panggang untuk panen ikan kerapu, Jaenudin hadir bersama sejumlah temannya. Namun saat itu teman Jaenudin juga tidak memperhatikan detail pidato Ahok.

“Teman-teman itu juga nggak tahu. Kalau ada proses hukum, silakan saja,” sebut Jaenudin.

Dalam persidangan, Jaenudin baru tahu penyebutan Al-Maidah oleh Ahok menjadi sorotan saat menonton televisi. Namun, sebelum melihat di televisi, Jaenudin juga diperiksa polisi.

“Lama, setelah dipanggil polisi, baru lihat di televisi,” kata Jaenudin menjawab waktu dirinya menonton televisi mengenai pidato Ahok.

Hakim sempat menanyakan pengetahuan Jaenudin soal Al-Maidah. “Tahu saksi kalau Al-Maidah itu surat di Alquran?” tanya hakim.

“Nggak tahu saya,” jawab Jaenudin.

Jaenudin juga tidak mengetahui isi Surat Al-Maidah ayat 51. “Nggak tahu,” kata dia.

Selain Jaenudin, ada tiga saksi yang akan dihadirkan oleh JPU pada sidang ke-9 ini. Di antaranya pakar laboratorium kriminalistik Prof Nuh dan anggota Komisi Fatwa MUI Hamdan Rasyid serta warga Kepulauan Seribu lainnya, yaitu Sahbudin alias Deni.

Ahok didakwa melakukan penodaan agama karena menyebut dan mengaitkan Surat Al-Maidah 51 dengan Pilkada DKI. Penyebutan Surat Al-Maidah 51 ini disampaikan Ahok saat bertemu dengan warga di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, pada 27 September 2016.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here