Anak Buah Haji Lulung Jaga Rumah SBY

0
884

Liputan1.com-Anak Buah Haji Lulung Jaga Rumah SBY

Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono memperketat pengamanan dikediamannya, Kawasan Mega kuningan, Jakarta Selatan, usai didemo ratusan mahasiswa, Senin (6/2). Hari ini, Selasa (7/2), terlihat beberapa orang dari Keluarga besar Pemuda Panca Marga (PPM) ikut menjaga rumah SBY hadiah dari negara itu.

Pengamanan dari PPM ini diluar personil keamanan yang diterjunkan Paspampres.

“Hari ini puluhan teman-teman PPM Jakarta Selatan siaga satu menjaga kediaman Pak SBY,” ujar Ketua Markas Daerah PPM Jakarta Selatan, Chotif Cholil saat ditemui di depan kediaman SBY, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (7/2).

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi aksi susulan oleh pihak yang dianggap yang tidak bertanggung jawab. Chotif menjelaskan, berdasarkan undang-undang dan aturan yang berlaku, aksi unjuk rasa apapun tidak boleh di lakukan di kediaman siapapun.

Langkah pengamanan PPM Jakarta Selatan di kediaman SBY ini juga sudah dilaporkan kepada Wakil ketua Umum PPM Mugairah Johar, dan juga Ketua Umum PPM, Abraham Lulung Lunggana. Pemuda Panca Marga (PPM) merupakan ormas atau wadah perjuangan anak-anak Veteran Pejuang Pahlawan Kemerdekaan Proklamasi 45 dan Veteran Pembela Keluarga Besar TNI/Polri.

Chotif menegaskan bahwa aksi ‘penggerudukan’ oleh orang tak dikenal kemarin beraroma politis. “Kami siap menjaga rumah Pak SBY sampai situasi aman terkendali. Ingat, beliau adalah orang tua kami dan Presiden RI dua periode. Ini pasti ada konspirasi Politik,” ucap Chotif.

Karena itu, Chotif meminta semua pihak untuk taat hukum dan tidak melakukan manuver-manuver politik yang tidak etis dan melanggar hukum. “Kalau mereka (massa) datang lagi ke sini dan hukum tidak ditegakkan, maka kami siap menghadapi mereka. Kami siap mendatangkan lebih banyak lagi massa dengan mengerahkan anggota kami keluarga besar Veteran TNI dan Polri,” kata Chotif.

Menurutnya, SBY bukan saja sebagai keluarga besar Veteran tetapi juga sebagai Mantan Presiden dan bapak bangsa yang harus dihormati. “Kami ingatkan sekali lagi, jangan coba-coba lagi mengganggu keluarga besar Pak SBY. Kami siap di depan untuk menjaga dan membela beliau,” tegas Chotif.‎

Ia mengimbau agar seluruh masyarakat, khususnya warga Jakarta agar lebih hati-hati dalam menyikapi situasi politik saat ini. “Hukum bukan lagi menjadi Panglima. Kita anak-anak bangsa sepertinya sedang terus menerus diadu domba. Ulama dan Umat Islam sedang di cari-cari kesalahannya,” cetusnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here