Penghulu Palsu di Kawin Siri Bupati Katingan-Farida Yeni

0
1226

Liputan1.com-Penghulu Palsu di Kawin Siri Bupati Katingan-Farida Yeni

Tim Panitia Khusus (Pansus) DPRD Katingan menemukan fakta baru terkait pernikahan siri Ahmad Yantenglie dan Farida Yeni. Pernikahan Bupati Katingan dan istri polisi itu ‘liar’ karena menunjuk penghulu palsu.

Ketua Pansus kasus ini, Fahmi Fauzi mengungkapkan, penghulu atas nama H. Ikhsan itu pekerja swasta, bukan petugas dari Kantor Urusan Agama (KUA). Praktis, Ikhsan tidak memiliki kewenangan mencatat pernikahan Ahmad dan Farida Yeni.

“Orang bernama H Ikhsan itu bukan penghulu, bukan pencatat nikah, talak dan rujuk, serta bukan pula pengawai di Kantor Urusan Agama (KUA). Dia hanya sebagai pekerja swasta,” ungkap Ketua Pansus Fahmi Fauzi kepada Kalteng Pos, Jumat (3/2).

Ikhsan menikahkan Yantenglie-Farida di Jasinga, Bogor, Jawa Barat. Menurut Fahmi, pernikahan berjalan setelah Ahmad meminta bantuan Eko mencarikan orang yang bisa menikahkan dirinya dengan Farida. Eko sendiri  sopir perusahaan dengan investasi di Katingan. Setelah itu, Eko menghubungi rekannya yakni Nasrul, Sarjoha, dan Isro, guna mencari orang sesuai permintaan Yantenglie.

Fauzi menjelaskan, pernikahan Yantenglie dan Farida penuh kejanggalan. Termasuk ketika Ikhsan mengeluarkan surat pernyataan, Sang Bupati dan Farida telah menikah pada 9 Januari 2017.

Dalam surat yang mengatasnamakan Ikhsan itu terdapat kesalahan penulisan pekerjaan dan status pernikahan Ahmad. Seharusnya, pekerjaan Ahmad adalah Bupati; dengan status kawin, bukan duda.

“Kami tanyakan keabsahan surat pernyataan itu secara langsung dengan Ikhsan. Kemudian dia menjawab, surat itu atas permintaan dari Bupati Katingan tertanggal 8 Januari 2017 melalui perantara Eko—dan Eko langsung dengan H Ikhsan,” ujarnya.

Fahmi juga menyindir sikap Ahmad dan Farida yang menjalani hubungan secara sembunyi-sembunyi.“Tidak perlu disembunyikan jika memang benar sudah menikah,” katanya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here