Mahasiswa Diarahkan Geruduk Rumah SBY ? Ini Jawaban Istana

0
564

Liputan1.com-Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono melalui akun Twitter-nya menyatakan rumahnya di kawasan Mega Kuningan ‘digeruduk’. Polisi menyatakan penggeruduk tersebut merupakan mahasiswa dan langsung dibubarkan.

Wasekjen Partai Demokrat Rachlan Nashidik mengatakan jika massa berdemo selama kurang lebih satu jam. Namun, dirinya mengaku tidak sempat mendengarkan tuntutan mereka. Kebanyakan dari mereka adalah peserta Jambore dan Silaturahim Nasional Mahasiswa di Bumi Perkemahan Cibubur.

“Saya tidak sempat mendengar tuntutan adik-adik mahasiswa. Saya datang saat demo sudah mulai bubar,” ujarnya. Meski tidak berlangsung lama, Rachlan rupanya tetap menyayangkan tindakan aparat keamanan.

Ia menilai aparat kurang sigap mengamankan kediaman SBY. Padahal sesuai Undang-Undang, rumah SBY termasuk objek vital negara yang harus dilindungi. Dalam pernyataanya ia juga mencurigai adanya pihak tertentu yang sengaja mengarahkan massa.

“Saya menyesalkan harusnya ada langkah preventif. Pasti ada segelintir orang yang membawa mereka ke sini,” jelasnya.”Mahasiswa sendiri sempat ragu apakah ini rumah SBY. Aparat keamanan sangat terlambat. Saya sempat tegur polisi yang berjaga.”

Sementara itu, pihak Istana juga telah mengetahui mengenai demo tersebut. Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki meminta SBY agar tidak terlalu khawatir.

“Enggak usah dikhawatirkan. Itu kewajiban negara melindungi mantan presiden. Mantan presiden kan masih ada pengawal, ajudan,” terangnya.

Lebih lanjut, ia juga menegaskan jika aksi tersebut tidak digerakkan oleh pihak Istana. Teten yang hadir sebagai pembicara dalam acara Jambore memastikan tidak adanya provokasi dalam bentuk apapun.

“Tidak ada provokasi-provokasi. Itu kan terbuka, pertemuan mahasiswanya seribu lebih. Siapa yang berani memprovokasi di depan umum segede gitu? Kan pidana,” pungkasnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here