Foto KTP Ganda,Satu Wajah Tiga Nama itu Hoax

0
1063

Liputan1.com-Foto KTP Ganda,Satu Wajah Tiga Nama itu Hoax

Hal ini disampaikan langsung Menteri Dalam Negeri Thahjo Kumolo yang memberikan komentar soal gambar tiga e-KTP berjajar namun memuat foto wajah dari satu orang yang sama.

“Berdasarkan hasil pelacakan Tim monitoring Pilkada Dirjen DukCapil, Ketiga foto ini #palsu karena menggunakan data milik orang lain,” kata Tjahjo lewat akun Twitter @tjahjo_kumolo, Sabtu (4/2/2017) sekitar pukul 20.00 WIB.

Tiga e-KTP yang terdapat di foto itu punya nama berbeda-beda, yakni Mada, Saidi, dan Sukarno. Ketiganya seperti terlihat di foto e-KTP, beralamat di Jakarta Utara. Namun foto ketiga e-KTP dengan nama berbeda ini sama saja. Ada sedikit variasi di foto ketiga, namun wajah yang terpampang di foto kurang lebih sama.

Sejauh ini, cuitan Tjahjo sudah di-retweet 78 kali dan disukai 24 akun. Respons netizen beragam. Ada yang menilai gambar palsu ini diniatkan untuk bikin gaduh masyarakat di suasana Pilgub DKI atau Pilkada 2017.

“@BuddySatriaz @tjahjo_kumolo iya mas, tapi pasti ada maksud bikin gaduh nih nyebarin begini pas pilkada ,” cuit akun @maya___86 merespons Tjahjo.

Akun lainnya meminta agar penyebar gambar palsu itu dihukum. Ada pula respons yang cukup jenaka, dengan membuat meme baru persis seperti foto e-KTP editan itu, namun fotonya diganti foto pebasket Yao Ming.

Mendagri Pastikan Foto KTP Ganda Terkait Pilkada PalsuFoto: Screenshot Twitter

Pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta menyebut penyebar hoax bisa dipidana.

“Sekarang ini kita sudah siap untuk persiapan hari pemungutan suara. Kalau dilemparkan lagi isu bohong, apalagi masalah DPT, masalah sensitif kepada hak setiap orang. Maka itu bisa pidana kalau dibuktikan itu berita bohong, hoax. Kami akan tindak lanjuti jika ada berita seperti itu yang dapat gangguan jalannya pilkada,” ujar Koordinator Divisi Hukum Penindakan dan Pelanggaran Bawaslu DKI Jakarta, Muhammad Jufri, dalam acara diskusi di Gado-Gado Boplo, Jalan Gereja Theresia, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (4/2/2017).

Jufri mengaku sudah mengetahui beredarnya gambar e-KTP ganda dengan nama berbeda-beda yakni Mada, Saidi, dan Sukarno. Meski alamat jalan tertulis berbeda, foto pada ketiga e-KTP sama

“Ada informasi dari masyarakat tentang adanya protes yang menganggap bahwa ada orang yang memiliki beberapa KTP. Kami sudah konsultasikan kepada KPU apakah ini benar,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan dari Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil, e-KTP sambung Jufri tidak dapat dipalsukan. Sebab, tidak ada nomor induk kependudukan (NIK) yang sama dalam e-KTP.

“Kalau saya melihat fisiknya, e-KTP menurut saya itu nggak mungkin. Menurut Dukcapil, bahwa tidak ada e-KTP itu sama. KTP ganda. NIK beda tapi namanya sama, foto sama itu curiga. Kalau nama sama itu bisa saja. Tapi kalau NIK sama, itu jelas-jelas nggak ada di e-KTP,” tuturnya.

Bawaslu mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan temuan kasus-kasus seperti e-KTP ganda. Petugas akan segera menindaklanjuti dengan mengecek dan klarifikasi kepada pihak terkait soal hal tersebut.

“Tapi untuk lebih jelas silakan laporkan kepada pengawas pemilu dan dilengkapi dengan bukti agar kami bisa tindak lanjuti nanti. Kita juga bisa mengklarifikasi kepada KPU, petugas Dukcapil, apakah benar ada orang memiliki beberapa KTP,” kata Jufri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here