Desa Wisata Nglanggeran Raih Penghargaan CBT Asean di Singapore.

0
954

Liputan1.com-Desa Wisata Nglanggeran Raih Penghargaan CBT Asean di Singapore.

Beberapa pengelola desa wisata dan homestay mendapat penghargaan “ASEAN Award 2017” untuk kategori “Homestay” dan “Community Base Tourism (CBT)” tingkat Indonesia. Penghargaan itu diserahkan pada acara ASEAN Tourism Award 2017 di Hotel PAN Pacific, Singapura, Jumat (20/1/2017) sore.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyerahkan penghargaan tersebut kepada para pemenang di hadapan beberapa menteri pariwisata negara anggota ASEAN dan organisasi industri pariwisata di Asia Tenggara.

Arief mengatakan tujuan dari penghargaan yang diterima Indonesia adalah sebagai bentuk apreasiasi untuk pariwisata berkualitas yang langsung melibatkan masyarakat. “Nanti akan dibuatkan standar (desa wisata dan homestay) ASEAN,” kata Arief

Desa Wisata Nglanggeran menjadi salah satu yang menerima Penghargaan Desa Wisata Terbaik didapatkan dalam kegiatan ini bersama 2 Desa Wisata lain yaitu Desa Wisata Panglipuran, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali dan Desa Wisata Dieng Kulon, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah.

ASEAN CBT Award 2017 merupakan 1st ASEAN CBT Award yang dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan ASEAN Tourism Forum 2017. Kementerian Pariwisata mengirim 3 (tiga) desa wisata yang telah terseleksi dari kegiatan Apresiasi Usaha Masyarakat Bidang Pariwisata Tahun 2016 sebagai desa wisata yang dinilai berhasil menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat / Community Based Tourism (CBT) untuk menerima ASEAN CBT Award.

Kriteria penilaian desa wisata tersebut diadopsi dari ASEAN CBT Standard, yaitu sebagai berikut :

  1. Kepemilikan dan kepengurusan oleh masyarakat
  2. Kontribusi terhadap kesejahteraan sosial
  3. Kontribusi untuk menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan
  4. Mendorong terjadinya partisipasi interaktif antara masyarakat lokal dengan pengunjung (wisatawan)
  5. Jasa perjalanan wisata dan pramuwisata yang berkualitas
  6. Kualitas makanan dan minuman
  7. Kualitas akomodasi
  8. Kinerja Friendly Tour Operator (FTO)

“Saya yang mewakili menerima penghargaan tersebut merasa senang dan bangga, serta bersyukur atas kesempatan ini. Karena bisa berjejaring dan belajar dari ┬ápengalaman pegiat CBT lainnya, “kata Sugeng Handoko, perwakilan Desa Wisata Nglanggeran

“Harapan kedepan bagi kami bisa mempertahankan prestasi ini, melakukan perbaikan dan inovasi secara berkelanjutan dan tetap memegang teguh nilai-nilai kriteria CBT yang baik. Karena itu adalah roh dari pengembangan dan proses menuju kesejahteraan bersama dimana masyarakat memiliki peran bersama untuk terlibat langsung mengelola asset dan potensi yang dimiliki serta mendapatkan hasil keuntungan dari usaha keras mereka. Sehingga peningkatan perekonomian, peningkatan kesadaran menjaga lingkungan, kekuatan menghargai dan mempertahankan kearifan lokal serta keunikan Desa atau kawasan akan semakin kuat,” ungkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here