Pendeta Asal Manado Laporkan Riziieq Shihab ke Polisi

0
754

Liputan1.com-Pendeta Asal Manado Laporkan Riziieq Shihab ke Polisi

Max Evert Ibrahim Tangkudung melaporkan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab atas dugaan tindak pidana berupa ujaran kebencian dengan menggunakan informasi elektronik sebagaimana dimaksud Pasal 156 KUHP juncto Pasal 45 a UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.

“Akhirnya Pendeta Max telah menyelesaikan laporan polisinya atas peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana yaitu ujaran kebencian dengan menggunakan informasi elektronik yang diduga dilakukan oleh Saudara Rizieq Syihab,” ujar kuasa hukum pendeta Max, Petrus Selestinus di Bareskrim, Jakarta, Kamis (26/1).

Diketahui, laporan polisinya bernomor LP/93/2017/Bareskrim, tanggal 26 Januari 2017 dan diterima oleh Perwira Siaga Ipda Pol. Yadino di Sentra Pelayanan Bareskrim Mabes Polri. Laporan ini terkait beredarnya video di media sosial soal pernyataan Rizieq yang bernada provokatif menyikapi insiden Tolikara 2015 lalu. Video ini beredar sekitar bulan Agustus 2016 lalu.

Sebelumnya, kata Petrus laporan Polisi dimaksud hendak disampaikan kepada Polda Metro Jaya. Namun, karena TKP dan tempusnya belum dapat diidentifikasi secara tepat dan pasti maka pelaporannya direkomendasikan ke Bareskrim Mabes Polri di Gedung KKP Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat.

Selain Petrus, pendeta Max Evert Ibrahim Tangkudung didampingi oleh advokat-advokat dari Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), yakni Makarius Nggiri Wangge, Pieter Singkali, Daniel T Masiku, CH Suhadi, Robert B. Keytimu, Anton Raharusun, Carrel Ticoalu dan Yohanes V Poa.

TPDI, kata Petrus juga akan mengajukan permohonan perlindungan hukum dan keamanan kepada Kapolri agar Kepolisian di seluruh Indonesia memberikan prelindungan hukum dan keamanan secara khusus kepada seluruh tokoh agama.

“Ini dalam rangka agar dalam melakukan tugas pelayanan kepada umatnya masing-masing tidak boleh terbebani oleh perasaan takut dan cemas, sebagai akibat dari beredarnya rekaman video melalui You Tube yang beredar secara masif yang apabila tidak dicegah maka berpotensi menimbulkan kondisi anomali, saling curiga bahkan mengarah kepada konflik horizontal,” tandas dia.

Karena itu, kata Petrus tugas memberikan jaminan perlindungan hukum dan keamanan, bukan saja semata menjadi tugas utama aparat Polri. “Tetapi, juga harus menjadi tanggung jawab bersama masyarakat dan para tokoh agama baik para pendeta, pastor dan ulama dalam merawat kebhinekaan dan kebersamaan dalam NKRI,” pungkas dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here