Hakim Patrialis Akbar Diduga Terima Suap Tiga Kali

0
636

Liputan1.com-Hakim Patrialis Akbar Diduga Terima Suap Tiga Kali

Mantan Menteri Hukum dan Ham era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu sudah tiga kali menerima suap hingga sepak terjangnya terhenti saat terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi, Rabu (25/1) malam.

Dalam transaksi suap terakhir yang terjaring OTT KPK itu, Patrialis menerima uang haram sebesar USD 20 ribu dan SGD 200 ribu.

” PAK (Patrialis Akbar) diduga menerima hadiah USD 20 ribu dan SGD200 ribu. Bahkan yang sudah ketiga. Sudah ada pertama, kedua, ketiga,” sebut Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis (26/1).

Basaria menjelaskan, uang suap yang sudah disita KPK itu sebagai fee agar  Patrialis membantu pihak pemberi suap mengabulkan permohonan uji materi Undang-undang (UU) Nomor 51 tahun 2014  tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Patrialis menerima suap itu dari pengusaha bernama Basuki Hariman (BHR). Uang itu disampaikan melalui seorang perantara yang juga pengusaha bernama Kamaludin.

“BHR punya 20 perusahaan yang bergerak di bidang impor daging,” ujar Basaria.

Keduanya juga sudah ditetapkan sebagai tersangka. Selain Patrialis dan dua orang tersebut, KPK juga menetapkan NG Feni, sekretaris Basuki sebagai tersangka.

Basaria mengungkapkan KPK awalnya menangkap Kamaludin yang merupakan teman Patrialis Akbar di lapangan golf Rawamangun, Jakarta Timur pada Rabu pagi. Selanjutnya, tim bergerak ke kantor Basuki di Sunter, Jakarta Utara dan mengamankan Basuki dan sekretarisnya di sana.

Dari situ, KPK kemudian menangkap Patrialis yang sedang berjalan dengan seorang perempuan di Grand Indonesia.

Sebagai pihak penerima, PAK dan KM disangka dengan Pasal 12 huruf C atau Pasal 11 Undang-Undang 31 tahun 1999 sebagaimana diubah uu nomor 20 tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat satu kesatu KUHP.

Sedangkan dari pihak pemberi BHR dan NG Feni disangka dengan Pasal 6 ayat huruf a atau pasal 13 Undang-Undang nomor 31 sebagaimana diubah uu nomor 20 tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat satu kesatu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here