Kasus Dugaan Korupsi Sylviana Murni Naik ke Tingkat Penyidikan

0
710

Liputan1.com-Kasus Dugaan Korupsi Sylviana Murni Naik ke Tingkat Penyidikan

Kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial dari untuk Kwarda Pramuka DKI Jakarta yang bersumber dari anggaran tahun 2014 dan 2015 itu menyeret nama mantan Ketua Kwarda Pramuka DKI yang menjadi Cawagub nomor urut 1, Sylviana Murni.

“Iya, sudah (penyidikan) kemarin,” ujar Kepala Subdirektorat I Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Kombes Pol Adi Deriyan saat dihubungi, Rabu (25/1).

Namun, Bareskrim Polri belum menetapkan tersangka dalam kasus itu. Untuk pendalaman penyidikan, polisi masih akan memeriksa sejumlah saksi dan ahli.

“Belum (ada tersangka), masih disidik,” kata Adi.

Kepala Bagian Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan, ada anggaran sebesar Rp 6,8 miliar dari bantuan sosial Pemprov DKI Jakarta, masing-masing untuk tahun 2014 dan 2015. Kemudian, ada laporan dugaan penyelewenang pengelolaan dana bansos tersebut.

“Patut diduga ada dana yang tidak bisa dipertanggungjawabkan atau tindak pidana korupsi,” kata Martinus.

Dalam kasus ini, Sylviana Murni yang juga mantan Deputi Gubernur Bidang Kebudayaan dan Pariwisata DKI Jakarta telah dimintai keterangan. Sylvi juga masih menjabat sebagai Ketua Kwarda Pramuka DKI Jakarta.

Sylvi mengatakan, dalam penggunaannya, ada sejumlah program yang tidak berjalan. Namun, dia tidak menjelaskan program-program tersebut. Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan audit. (Baca: Sylviana Catut Jokowi, Sebut Polisi Salah Usut Kasus Dana Hibah).

Dana hibah yang tidak terpakai karena adanya program yang tidak berjalan dikembalikan kepada Pemprov DKI. Adapun jumlahnya sekitar Rp 801 juta.

“Dari hasil kegiatan kami pada 2014, di sini jelas bahwa sudah ada auditor independen. Jadi, saya sudah punya auditor independen akuntan publik terdaftar. Yang kegiatan ini semua adalah wajar,” kata Sylvi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here