La Nyalla Pimpin Rapat Konsolidasi Kadin Jatim

0
683

┬áLiputan1.com–La Nyalla Pimpin Rapat Konsolidasi Kadin Jatim

Setelah dinyatakan tak bersalah oleh pengadilan, La Nyalla Mahmud Mataliti kembali memimpin Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur.

Selama fokus ke persidangan, jabatan Ketua Kadin Jatim dijabat sementara Deddy Suhajadi.

Dalam kegiatan konsolidasi organisasi Kadin Jatim di Graha Kadin, Jumat (20/1/2017), La Nyalla mengaku siap menjalankan tugasnya lagi.

La Nyalla akan tetap bekerja dan melaksanakan program akselerasi perdagangan antar pulau dengan atau tanpa uang dari APBD Jatim.

“Kami akan jalankan akselerasi perdagangan dalam negeri. Kami bangkitkan semangan UMKM untuk terus berproduksi. Kalau dulu menggunakan uang APBD, maka sekarang menggunakan dana sendiri-sendiri. Ada caranya,” janji La Nyalla.

Didampingi tim ahli Kadin Jatim, Jamhadi, La Nyalla mengatakan saat ini Kadin bergerak memacu UMKM untuk meningkatkan produksi.

Nantinya, produk tersebut diharapkan bisa mengisi gerai ritel modern di seluruh Jatim dan luar Jatim.

“Buat apa punya “mart” banyak tetapi diisi oleh produk impor? Untuk itu ketentuan harus dipenuhi karena di sisi lain produk UMKM itu jumlahnya kurang, bukan peritelnya yang tidak mau,” kata Jamhadi menambahkan.

Sementara untuk kerja sama dengan pemerintah akan dibuatkan model baru, tidak seperti sebelumnya, di mana ada dana besar masuk dan Kadin Jatim yang mengelola.

Kadin akan membuat banyak program yang akan dikerjasamakan dengan SKPD terkait, seperti dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Peternakan, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Pariwisata dan berbagai dinas lainnya.

“Tata kelola dan belanjanya nanti bisa dipilah. Program dimasukkan biar SKPD-nya yang membelanjakan. Dan saat ini Kadin juga tengah melakukan perbaikan dari sisi administrasi dan kesekretariatan,” jelas Jamhadi.

Dalam kegiatan itu, La Nyalla juga menyinggung adanya Kadin Paradigma baru yang dipimpin oleh Basa Alim Tualeka, Menurut Nyalla, anggota tidak perlu merespon keberadaan Kadin Paradigma Baru tersebut.

“Biarkan saja, nanti juga akan selesai sendiri,” komentar La Nyalla.

Dalam konsolidasi organisasi Asisten Gubenur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Jawa Timur RB Fattah Jasin meminta seluruh pengusaha Jatim di bawah kepemimpinan La Nyalla untuk merapatkan barisan demi peningkatan ekonomi daerah.

Hal ini perlu dilakukan karena dari 17 sektor ekonomi, industri dan perdagangan adalah dua penyumbang terbesar ekonomi Jatim.

“Jangan habiskan energi untuk mengurusi hal-hal yang tidak penting, tetapi bagaimana berkonsentrasi mewujudkan visi dan misi gubernur untuk meningkatkan ekonomi Jatim,” kata Fattah Jasin.

“Pesan gubernur rapatkan barisan dan jangan alergi uang APBD, karena Kadin berhak mendapatkan sebagian dari alokasi dana pemerintah. Yang harus dilakukan hanya memperbaiki tata kelolah. APBD sangat bisa digunakan untuk melaksanakan program Kadin Jatim,” sambung dia.

Fattah mengatakan dana pemerintah adalah dana yang diperoleh dari pajak atau retribusi masyarakat. Sehingga penggunaannya diatur oleh undang-undang.

Dalam undang-undang tersebut, Kadin kabupaten kota serta provinsi adalah salah satu lembaga yang berhak menerima.

Sementara alokasi dana, tentunya akan disesuaikan dengan visi dan misi gubernur, seperti tentang peningkatan kinerja UMKM.

“Dana dari APDB ini kan sangat kecil, hanya sekitar 8 persen dari total uang yang berputar. Maka salah satu fungsinya adalah untuk menfasilitasi aktivitas perdagangan dan industri. Apalagi selama ini program Kadin untuk peningkatan kinerja ekonomi Jatim sangat bagus,” jelas dia.

Hal itu terbukti pada tiga empat tahun yang lalu, pertumbuhan ekonomi Jatim selalu naik dan pengangguran turun. Hanya saja, saat BPK masuk, ada persoalan di laporannya. Ini hanya soal administrasi, tata kelolah harus diperbaiki.

Sinergi ini harus tetap dilaksanakan agar target pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa tercapai dilevel 5,8 persen hingga 6 persen. Perdagangan antar pulau harus terus digenjot karena ekonomi China dan negara-negara lain masih banyak yang merah.

Khusus untuk perdagangan antar pulau, ia menargetkan tahun ini bisa tumbuh 8 persen hingga 10 persen dari realisasi tahun lalu yang mencapai Rp 290 triliun. Kontribusi terbesar masih dari beberapa daerah di wilayah Indonesia Timur seperti NTT, Maluku dan Ternate.

Terkait adanya lembaga lain yang mengatasnamakan Kadin Jatim, ia mengatakan bahwa sejauh ini pemprov akan mengikuti arahan dari Kadin pusat. Karena sebagai lembaga resmi, Kadin memiliki AD/ART sendiri dalam pergantian kepemimpinan.

Fattah Jasin menambmerintah provinsi tetap mengakui Kadin Jatim yang dipimpin oleh Ketua Umum La Nyalla Mattalitti.

“Intinya pak gubernur (Gubernur Soekarwo) yakin bahwa Kadin yang sah adalah kadin yang dibawah kepemimpinan Pak La Nyalla Mattaliti, sesuai keputusan musprov dan sesuai ketentuan Kadin Indonesia,” pungkasnya

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here