Mantan Bos Garuda Ini Diduga Terima Suap Rp 20 Milyar

0
500

Liputan1.com-Mantan Bos Garuda Ini Diduga Terima Suap Rp 20 Milyar

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan korupsi yang dilakukan mantan Direktur Utama Garuda Indonesia 2005-2014 Emirsyah Satar (ESA) ditengarai merugikan negara mencapai Rp 20 miliar. Satar ditetapkan sebagai tersangka bersama rekanannya,  Soetikno Soedarjo (SS) sleaku Beneficial Owner dari Connaught International Pte. Ltd.

“Tersangka ESA diduga menerima suap dari tersangka SS dalam bentuk uang dan barang, yaitu dalam bentuk uang masing-masing 1,2 juta Euro dan 180 ribu USD atau setara Rp 20 miliar. Sedangkan dalam bentuk barang senilai 2 juta dolar AS yang tersebar di Singapura dan Indonesia,” ungkap Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dalam konferensi pers, Kamis (19/1).

Setelah melakukan penyelidikan, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup adanya dugaan tindak pidana korupsi suap terkait dengan pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada PT Garuda Indonesia (Persero). KPK pun meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dan menetapkan dua orang sebagai tersangka.

Laode menyatakan bahwa perkara ini tergolong bentuk korupsi lintas negara atau transnasional sehingga dalam penanganan kasus ini, KPK bekerja sama dengan Serious Fraud Office (SFO) Inggris dan Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB) Singapura.

“Saat ini kedua badan tersebut juga sedang melakukan penyidikan terhadap tersangka lainnya,” tuturnya.

KPK menduga praktik suap ini juga dilakukan terhadap sejumlah pejabat di beberapa negara lainnya seperti Malaysia, Thailand, Cina, dan Rusia.

“Total pengadaan pesawat Airbus baru dalam kurun waktu 2005-2014 sebanyak 50 pesawat,” ucapnya.

Rekam jejak Emirsyah Satar  sejak menjaabt Dirut Garuda Indonesia memang cukup mencurigakan. Kejanggalan itu muncul bila bercermin pada pundi kekayaannya yang melonjak drastis selama tiga tahun.

Dalam laporan harta kekayaan penyelenggara negara yang didaftarkan pada 5 Desember 2013, Emirsyah tercatat memiliki harta senilai Rp 48,74 miliar pada 2013 atau naik dua kali lipat lebih dari harta pada 1 Juli 2010.
Dalam laporan harta kekayaan negara yang didaftarkan pada 5 Desember 2013, Emirsyah memiliki harta Rp 50 miliar dan utang Rp 1,3 miliar. Total harta Emirsyah per 5 Desember 2013 tercatat Rp 48.738.749.245. Sedangkan pada 2010, harta Emirsyah mencapai Rp 21 miliar dan utang Rp 1,2 miliar, sehingga total harta kekayaannya Rp 19.963.868.866.

Aset Emirsyah terdiri atas enam komponen, yaitu sembilan tanah dan bangunan dengan total nilai Rp 42,57 miliar, lima mobil Rp 1,79 miliar, logam mulia dan barang antik Rp 1,45 miliar, surat berharga Rp 1,52 miliar, serta giro dan setara kas Rp 2,74 miliar.

Total seluruh harta itu adalah Rp 50,09 miliar. Dikurangi utang Rp 400 juta, nilainya menjadi Rp 1,35 miliar. Jadi harta Emirsyah pada 2013 tinggal Rp 48,74 miliar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here