Warga Kediri Tolak Pemindahan Makam Tan Malaka

0
520

Liputan1.com-Warga Kediri tolak pemindahan makam Tan Malaka

Penolakan ini sehubungan dengan rencana pemerintah yang akan memindahkan makam pemikir dan pejuang kemerdekaan, Tan Malaka (Ibrahim) dari Kediri ke tanah kelahirannya di Sumatera mendapat penolakan. Penolakan disuarakan warga Desa Selopanggung, Kediri. Alasannya, makam Tan Malaka sudah dianggap menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah Desa Selopanggung.

“Kami tidak setuju. Tan Malaka sudah menjadi bagian Desa Selopanggung,” tegas Sarwan, salah seorang warga, Kamis (19/1/2017).

Bila makam Tan Malaka dipindahkan, maka Desa Selopanggung menurut Sarwan akan kehilangan penanda sejarah khas desa.

Hal senada disampaikan warga bernama Abdul Kholiq. Dia menolak rencana pemindahan makam yang disebut akan dilakukan pada 21 Februari.

“Bagaimana pun Tan Malaka punya sejarah di desa ini. Kita (warga) siap menjaga” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Selopanggung, Waji menyebut belum ada pihak dari perwakilan keluarga Tan Malaka yang berbicara langsung mengenai rencana pemindahan makam.

“Dulu pernah ke sini sekali, namun hanya meminta izin untuk memasang kijing (nisan) pada makam,” katanya.

Waji mengaku siap menggalang tanda tangan warga yang menolak pemindahan makam Tan Malaka.

“Ini kan bisa jadi wisata sejarah nantinya. Saat ini jalan sudah kita bangun undak-undakan (tangga) menuju makam dan nantinya akses jalan akan kita perbaiki,” imbuhnya.

Saat ini kirab pemindahan sudah berlangsung dan akan melewati tempat-tempat bersejarah dari Tan Malaka. Namun Pemkab Kediri menyatakan belum ada izin pemindahan yang masuk ke Pemkab setempat maupun dari Kemensos.

Pemkab Kediri melalui Dinas Sosial mengharap ada bukti yang mendukung bahwa jenazah yang dimakamkan di kaki Gunung Wilis tersebut benar merupakan Tan Malaka.

Sebab, meski sekitar tahun 2009 silam, makam pernah dibongkar dan diambil sampel organnya, hasil uji DNA (deoxyribonucleic acid) hingga kini belum pernah dirilis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here