MUI : Bendera Merah Putih Tidak Boleh Ditulisi Apapun

0
749

Liputan1.com-MUI : Bendera Merah Putih Tidak Boleh Ditulisi Apapun

Hal ini disampaikan Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) melalui anggotanya, Nazri Adlani mengatakan, bendera merah putih tidak boleh ditambahi dengan tulisan apapun.

“Bendera Merah putih itu tidak boleh ditambah-tambah,” ujar Nazri di Kantor Pusat MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 18 Januari 2017.

Ia meminta masyarakat tidak terprovokasi atas munculnya bendera merah putih bertulisan Arab pada saat berlangsungnya unjuk rasa massa dari Front Pembela Islam di depan Gedung Baharkam Polri pada Senin 16 Januari 2017 dan di demo persidangan penistaan agama di sekitar Gedung Kementerian Pertanian, Cilandak, Jakarta Selatan.

“Ini mungkin kita mau disudutkan,” katanya.

Nazri menuturkan, bendera merah putih yang merupakan lambang negara bangsa Indonesia haruslah dijaga dengan sebaik mungkin oleh masyarakat Indonesia.

“Perlu kita beritahu supaya bendera merah putih itu lambang negara. Harus dijaga dengan segala kekuatan,” ujarnya menambahkan.

Berdasarkan catatan VIVA.co.id, sesuai dengan Undang-undang Nomor 24 tahun 2009, terutama Pasal 24, tertulis dengan jelas bahwa setiap orang dilarang:

a. merusak, merobek, menginjak-injak, membakar, atau melakukan perbuatan lain dengan maksud
menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Bendera Negara;

b. memakai Bendera Negara untuk reklame atau iklan komersial;

c. mengibarkan Bendera Negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam;

d. mencetak, menyulam, dan menulis huruf, angka, gambar atau tanda lain dan memasang
lencana atau benda apapun pada Bendera Negara; dan

e. memakai Bendera Negara untuk langit-langit, atap, pembungkus barang, dan tutup barang yang
dapat menurunkan kehormatan Bendera Negara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here