Wakil Sekjen MUI Ditolak Injakkan Kaki di Sintang Kalbar

0
640

Liputan1.com-Wakil Sekjen MUI Ditolak Injakkan Kaki di Sintang Kalbar

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Tengku Zulkarnain dan rombongan ditolak menginjakkan kaki oleh sekelompok warga di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Penolakan terjadi di Bandar Udara Susilo Sintang, Kamis (12/1/2017), saat rombongan baru mendarat.

“Masyarakat Kabupaten Sintang, khususnya warga Dayak, menolak kedatangan Wasekjen MUI Pusat dan melarang untuk menginjakkan kaki di tanah Sintang,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto melalui keterangan tertulis, Kamis siang.

Rikwanto mengatakan, mulanya kelompok Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sintang hendak menggelar acara pelantikan pengurus yang dilakukan Ketua DAD Provinsi Kalimantan Barat sekaligus Gubernur Kalimantan Barat Cornelis.

Saat menunggu kedatangan Cornelis, warga mendengar informasi kedatangan Tengku dan rombongan.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Kalbar, Kombes Suhadi SW, aksi penolakan terhadap Tengku Zulkarnain dilakukan oleh sekitar 30 orang yang mengatasnamakan diri mereka Dewan Adat Dayak (DAD) Sintang.

Awalnya mereka berkumpul untuk menyambut kedatangan Presiden Majelis Adat Dayak (MADN), Cornelis, yang sekaligus merupakan Gubernur Kalimantan Barat.

“Kehadiran anggota Dewan Adat Dayak Sintang sekitar 30 orang dengan mengendarai empat unit mobil yang dipimpin oleh Saudara Andreas ke Bandara Susilo Sintang bukan karena akan menolak kehadiran Tengku Zulkarnain,” ujar Suhadi, Kamis (12/1/2017).

Namun setelah mereka mendapatkan informasi bahwa Tengku Zulkarnain juga datang maka mereka spontan melakukan penolakan karena mereka nilai Tengku Zulkarnain pernah menyinggung perasaan masyarakat Dayak dengan menyebut mereka kafir.

Berikut tiga hal yang disampaikan DAD sebagai pernyataan penolakan mereka terhadap kedatangan Tengku Zulkarnain.

1. Masyarakat Kabupaten Sintang, khususnya warga Dayak Kabupaten Sintang, menolak kedatangan Tengku Zulkarnain dan melarang untuk menginjakkan kaki di tanah Kabupaten Sintang.

2. Warga Dayak Kabupaten Sintang menolak kedatangan Tengku Zulkarnain disebabkan adanya statement/pernyataan dari Tengku Zulkarnain sebagai Wasekjen MUI Pusat di salah satu media sosial yang menyinggung perasaan warga masyarakat Dayak.

3. Warga Dayak Kabupaten Sintang tidak membenci MUI, tetapi lebih kepada oknum, dalam hal ini Wasekjen MUI Pusat Tengku Zulkarnain, yang telah menghina suku Dayak.

Melihat aksi penolakan itu, Tengku dan rombongan tidak jadi turun dari pesawat. Mereka langsung lepas landas meninggalkan Sintang menggunakan maskapai penerbangan Garuda Indonesia menuju Pontianak.

“Selama pelaksanaan aksi penolakan, situasi aman dan terkendali,” kata Rikwanto.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here