Penjaga Toilet Alun-alun Jajakan PSK

0
1925

Liputan1.com-Penjaga Toilet Alun-alun Jajakan PSK

Seorang perempuan penjaga toilet di Alun-Alun Soreang, Kabupaten Bandung berinisial NN (35), kedapatan menawarkan para gadis belia untuk melayani nafsu lelaki hidung belang.

Bahkan dua PSK di antaranya masih tergolong anak dibawah umur yakni, SC (14) asal Padang dan I (17) dari Jakarta.  Kedua orang yang dikategorikan sebagai korban perdagangan manusia itu ikut diamankan Satuan Reserse Kriminal Polres Bandung bersama si mucikari, NN.

“Saudari NN pekerjaannya penjaga toilet di kecamatan Soreang, tepatnya di Alun-Alun Soreang,” ujar Kasatreskrim Polres Bandung, AKP Niko N Adiputra kepada wartawan saat melakukan ekspos di Mapolres Bandung, Senin (9/1).

AKP Niko mengatakan, berdasarkan keterangan beberapa saksi disimpulkan pekerjaan pelaku memperjualbelikan perempuan di bawah umur. Menurut Niko, para PSK yang dijajakan NN dipasang tarif yang bervariasi.

”Tidak sama. Tergantung umur dan penampilan fisik,” ungkapnya.

Berdasar pengakuan saksi dan tersangka, pelaku menjalankan modus yang cukup unik. Niko menjelaskan, saat para korban akan masuk ke toilet, pelaku akan memilah para korban berusia di bawah umur yang berpenamplan memikat.

”Kemudian korban akan menjadi target untuk diajak bekerja dengannya dan akhirnya mau dibawa oleh  tersangka (NN),” tutur Kasatreskrim.

Niko melanjutkan, karena pelaku menampung beberapa orang yang akan dipekerjakan sehingga para korban mempercayai dan tidak menaruh curiga kepada NN. Namun, lambat laun korban akan diperjualbelikan.

Niko mengatakan, pelaku melancarkan aksinya tidak hanya di Alun-Alun Soreang, akan tetapi beberapa lokasi lainnya di Kabupaten Bandung. Sementara itu, korban saat ini dititipkan di selter Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), bergabung dengan dinas sosial.

“NN sudah punya relasi, jadi dia punya jaringan sindikat dengan orang-orang itu saja. Untuk peredaran (korban) masih didalami, di mana salah satu orang yang berhasil diamankan di Ciwidey,” katanya.

Niko mengatakan, pelaku membujuk para korban untuk bekerja dengannya dengan diiming-iming sejumlah uang. Selain itu, biasanya pelaku melihat kondisi korban yang tengah menginginkan pekerjaan. “Saudari NN tidak pernah memaksakan korban kerja dengannya, tapi nanti dia akan dijemput beberapa orang dan dijual,” ungkapnya.

Ia menambahkan, NN sudah menjalankan praktek jual beli perempuan selama 2 tahun. Akibat perbuatannya pelaku diancam pasal 2 UU No 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPU dengan ancaman penjara 15 tahun.

NN sendiri mengaku baru pertamakali melakukan pekerjaan seperti ini. Namun, dirinya membantah jika apa yang dilakukannya merupakan kegiatan menjual orang. Sebab, dirinya hanya mempekerjakan orang.

“Saya baru pertama kali dan bukan menjual. Ada yang mencari istri saya cariin. Dari itu saya dapat komisi Rp 300 ribu perorang,” kata AKP Niko

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here