Demo Kenaikan Harga di Solo, Mahasiswa Bentrok dengan Polisi

0
1005

Liputan1.com-Demo Kenaikan Harga di Solo, Mahasiswa Bentrok dengan Polisi

Ratusan Mahasiswa di Solo terlibat bentrok dengan aparat kepolisian saat menggelar aksi demonstrasi menolak kebijakan kenaikan harga BBM, listrik, hingga tarif administrasi kendaraan (PNBP).

Sedikitnya 300 mahasiswa gabungan di Solo ini menggelar demo dengan memblokade Jalan Slamet Riyadi, Solo, Senin (9/1/2017). Upaya blokade jalan baru berhasil dilakukan di depan balai kota dengan cara membakar ban. Mereka sempat ribut dengan polisi yang berusaha memadamkan kobaran api.

Dalam aksinya, ratusan mahasiswa ini menyuarakan kekecewaan atas keputusan Pemerintah menaikkan harga BBM, pencabutan TDL dan kenaikan administrasi kendaraan.

Keputusan itu selain dinilai tidak populis juga dinilai tidak tepat diberlakukan di saat perekonomian lesu sehingga semakin menambah beban rakyat. Selain itu Pemerintahan Jokowi-Kalla juga dinilai mengingkari janji politiknya pada saat kampanye yang berjanji akan lebih mengutamakan kepentingan rakyat.

Para mahasiswa bergantian berorasi sambil menggelar sejumlah spanduk dan poster kecaman pada keputusan menaikkan harga BBM, listrik dan pajak kendaraan. Mereka terus merangsek maju ke tengah jalan sembari berusaha sedikit demi sedikit memperlebar lingkaran massa aksi untuk menutup jalan.

Pengamanan aksi langsung dipimpin oleh Kapolresta Surakarta, Kombes (Pol) Ahmad Luthfi. Polisi terus berupaya menahan massa agar tidak menutup total seluruh badan jalan dengan menurunkan tim negosiator. Upaya itu berhasil menyisakan satu lajur jalan untuk lewat kendaraan roda empat, sedangkan kendaraan roda dua dialihkan ke jalur lambat.

Massa mahasiswa kemudian berjalan kaki untuk melanjutkan aksi ke balai kota untuk menyuarakan aspirasi yang sama. Di depan balai kota mereka berhasil memblokade Jalan Sudirman dari arah selatan, sehingga polisi menutup arus lalu-lintas dari arah selatan. Kendaraan yang sempat terjebak oleh polisi diarahkan melawan arus dengan membuka pembatas jalan.

Bentrokan terjadi ketika polisi berusaha merangsek untuk memadamkan ban yang dibakar oleh massa di depan balai kota. Mahasiswa berusaha mempertahankan kobaran api namun akhirnya berhasil dipadamkan oleh polisi. Karena terus dihalangi, di akhir aksi mahasiswa justru memutuskan menutup pintu gerbang balai kota sebagai simbol tertutupnya hati nurani Pemerintah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here