Presiden Jokowi Resmikan PLTP di Lahendong dan Ulubelu

0
606
Istimewa

Liputan1.com-Presiden Jokowi resmikan PLTP di Lahendong Dan Ulubelu

Peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong Unit 5 dan 6 berkapasitas 2×20 megawat (MW) di Kecamatan Tampaso, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Selasa (27/12/2016).

Jokowi juga meresmikan PLTP Ulubelu Unit 3 berkapasitas 1×55 MW yang ada di Lembah Rendingan dan Gunung Tanggamus, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Kedua PLTP tersebut dibangun oleh anak usaha Pertamina, yaitu PT Pertamina Geothermal Energy (PGE).

PLTP Lahendong unit 5 dan 6 merupakan Total Project dengan total investasi sebesar US$ 282,07 juta atau setara dengan Rp 3,3 triliun. Sedangkan PLTP Ulubelu menelan biaya investasi sebesar US$ 250 juta yang setara dengan Rp 2,8 triliun.

Kedua PLTP tersebut sejak tahap eksploitasi panas bumi hingga pembangkitan listrik dilakukan langsung oleh PGE. Listrik yang diproduksi akan disalurkan kepada PT PLN (Persero).

Jokowi tiba di lokasi acara didampingi ibu negara Iriana Jokowi pukul 10.50 WITA. Jokowi mengenakan kemeja putih dengan paduan celana panjang hitam, sedangkan Iriana Jokowi mengenakan baju berwarna hijau tosca.

Turut hadir dalam acara ini, antara lain Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Jasa Konsultasi Kementerian BUMN Gatot Trihargo, Kapolri Tito Karnavian.

Kemudian Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto, Direktur Utama PLN Sofyan Basyir, Direktur Utama BTN Maryono, Direktur Utama BRI Asmawi Syam, serta Direktur Utama Bank Mandiri Kartiko Wirjoatmodjo.

Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan bahwa pembangunan PLTP di Lahendong dan Ulubelu menyerap ribuan tenaga kerja lokal. Sehingga manfaat dari pembangunan PLTP bisa dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.

“Sebagai contoh di PLTP Lahendong unit 5 dan 6 dan PLTP Ulubelu unit 3 di Lampung ada informasi sekitar 2.750 orang tenaga kerja lokal yang akhirnya mendapat pekerjaan dan bekerja di Lahendong dan di Ulubelu,” kata Jokowi.

Jokowi juga berpesan agar harga listrik dari Energi Baru Terbarukan (EBT) bisa kompetitif dengan negara lain. Sehingga daya saing Indonesia dari segi investasi bisa semakin meningkat.

“Selain untuk kebutuhan masyarakat, kebutuhan industri menyangkut daya saing. Jangan sampai harga listrik kita lebih mahal dari negara lain,” tutur Jokowi.

Adanya PLTP Lahendong 5 dan 6 sekaligus menambah kapasitas pembangkit Area Lahendong menjadi 120 MW dan mampu memenuhi kebutuhan listrik sekitar 240.000 kepala keluarga di Minahasa, Sulawesi Utara.

Begitu juga dengan beroperasinya PLTP Ulubelu Unit 3 yang memiliki kapasitas 1×55 MW yang sekaligus menambah kapasitas pembangkit Area Ulubelu menjadi 220 MW dan mampu memenuhi kebutuhan listrik sekitar 440.000 kepala keluarga melalui transmisi pembangkit listrik di Lampung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here