Pertamina Segera Hapus Premium

0
702

Liputan1.com-Pertamina segera hapus premium

Pertamina terus mendorong konsumsi pertalite (BBM RON 90) sebagai upaya menghapus konsumsi premium (BBM RON 88). Hampir di seluruh SPBU saat ini jatah premium sudah dikurangi dan diganti pertalite. Pertamina pun sudah siap menghapus premium dari pasaran.

Penghapusan premium merupakan rekomendasi dari Tim Reformasi Tata Kelola Migas yang dipimpin Faisal Basri pada Mei 2015 lalu. Tahun ini banyak sekali pengguna premium yang beralih ke pertalite dan pertamax (RON 92). Pangsa pasar premium menyusut dari sebelumnya di atas 70% menjadi hanya 44% pada akhir 2016.

Namun, premium belum bisa dihapus dalam waktu dekat. Sebab, sebagian besar kilang minyak di Indonesia didesain untuk memproduksi premium. Butuh waktu untuk memodifikasi kilang-kilang yang ada, mengkonversinya sehingga dapat memproduksi bensin dengan kadar oktan di atas 88.

Sekarang Pertamina sedang menjalankan 4 proyek modifikasi kilang alias Refinery Development Master Plan (RDMP) dan pembangunan 2 kilang baru (New Grass Root Refinery/NGRR).

Setelah 4 proyek RDMP dan 2 NGRR ini selesai, barulah kilang-kilang di dalam negeri siap memproduksi bensin berkadar oktan di atas 88 dalam jumlah cukup untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri. Proyek-proyek kilang itu ditargetkan selesai semuanya pada 2023. Maka paling cepat premium baru bisa dihapus setelah tahun 2023.

“Kita lagi upgrading dan membangun kilang-kilang baru, baru selesai 2023. Masalahnya kan kilang-kilang kita tua. Nanti 2023 baru kita bisa memproduksi BBM jenis pertalite ke atas memenuhi euro 4,” kata VP Retail Fuel Marketing Pertamina, Afandi, Selasa (27/12/2016).

Selain itu, Afandi menambahkan, premium masih termasuk sebagai BBM penugasan (Public Service Obiligation/PSO) meski tak lagi disubsidi.

Maka, penghapusan premium bergantung pada kebijakan pemerintah. Selama pemerintah masih menugaskan Pertamina untuk menyalurkannya, premium belum dapat dihilangkan.

“Premium termasuk BBM penugasan. Kalau nggak ditugasin, baru bisa nggak ada,” tuturnya.

Hingga premium benar-benar dihapus, Pertamina terus berupaya mendorong pengguna premium beralih ke pertalite dan pertamax. Di tahun 2017, Pertamina memperkirakan bahwa pangsa pasar premium akan makin menyusut hingga tinggal 30%, 70% sisanya dikuasai pertalite dan pertamax.

“Kita akan ikuti tren, sampai akhir tahun ini premium pasarnya tinggal 44%. Sisanya pertalite, pertamax, pertamax plus, dan pertamax turbo. Perkiraan kami tahun depan tinggal 30-an persen,” tutupnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here