Ingin Ledakkan Waduk Jatiluhur, Dua Teroris Tewas Ditembak

0
698

Liputan1.com-Ingin meledakkan Waduk Jatiluhur, dual teroris tewas ditembak

Sebelum beraksi, mereka digerebek Densus 88 anti-teror Mabes Polri. Dalam penggerebekan ini sempat terjadi baku tembak. Dua terduga teroris tewas dalam adu tembak ini.

Dalam penelusuran polisi, para terduga teroris ini baru dua hari mendiami rumah apung di Bendungan Jatiluhur. Mereka menyewa rumah apung dengan alasan akan memancing.

“Empat orang itu datang ke sini Sabtu (24/12/2016), katanya mau memancing,” kata pemilik rumah apung, Oman (56 tahun), Senin (26/12/2016).

Oman mengaku tidak menaruh curiga. Karena mereka datang seperti pemancing lainnya, membawa peralatan memancing.

“Makanya saya tidak curiga dan menyewakan rumah apung,” terangnya seraya mengatakan terduga teroris datang ke tempatnya membawa tiga ransel.

Keesokan harinya, Oman datang ke rumah apung membawa pakan dan menyuguhi kelapa. Dari empat orang tersebut, dua di antaranya ikut Oman ke darat untuk mencari makan. Tak lama berselang, Oman dikagetkan dengan datangnya Densus 88 ke rumahnya.

Densus langsung menangkap dua orang terduga teroris yang ada di rumahnya. Setelah kedua orang itu ditangkap dalam kondisi hidup, Densus 88 menuju rumah apungnya. Jarak antara rumahnya dengan rumah apung sekitar 20 menit dengan menggunakan perahu.

Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menggerebek dua tempat terduga teroris di Ubrug, Jatiluhur. Dari penggerebegan tersebut, dua orang berhasil ditangkap. Kedua lainnya tewas setelah baku tembak.

Dua terduga teroris yang ditangkap bernama Rizal alias Abu Arham (29) dan Ivan Rahmat Syarif. Keduanya warga Kabupaten Bandung Barat. Sementara dua orang yang tewas dikenal dengan Abu Sovi alias Abu Azis alias Mas Brow warga Kabupaten Bandung dan Abu Faiz warga Kabupaten Bandung Barat.

Penyamaran 4 terduga teroris di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, terbongkar tim Densus 88. Mereka mendirikan markas di tengah bendungan hingga merancang teror di Tahun Baru.

Para terduga teroris ini melakukan penyamaran dengan menyewa rumah apung di tengah waduk sejak beberapa bulan lalu. Sehari-hari, mereka memberi makan ikan, memelihara ikan, selayaknya petambak pada umumnya.

“Mereka juga nyewa rumah apung bilangnya ke penduduk mau mancing. Karena memang bisa disewakan. Bilangnya mau cari ikan, mau mancing,” ujar Kapolda Jabar, Irjen Pol Anton Charliyan.

Persembunyian dan sepak terjang terduga teroris akhirnya terbongkar. Tim Densus 88 menggerebek sebuah lokasi di Desa Karang Layung, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Minggu, 25 Desember 2016. Dua terduga teroris Rijal dan Ivan. Mereka sempat melawan petugas menggunakan pisau tetapi berhasil dilumpuhkan. Sedangkan dua terduga teroris yang tewas itu atas nama Abu Sofi dan Abu Fais. Mereka melawan petugas dengan golok hingga akhirnya terpaksa ditembak.

Sejumlah barang bukti disita antara lain berupa golok, buku-buku, cutter, sepatu, dompet dan lain-lain. Selain itu, ada surat wasiat itu menyatakan para teroris ini sudah melakukan baiat dan bersiap melakukan amaliyah.

Usut punya usut, para terduga teroris ini merupakan kelompok Jamaah Anshar Daulah (JAD). Jaringan itu berafiliasi dengan Bahrun Naim. “Para terduga teroris akan merencanakan aksi pidana terorisme pada hari raya Natal dan Tahun Baru 2017,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here