Festival Dokumenter Budi luhur 2016 Usung Tema Kearifan Lokal

0
806
Festival Dokumenter Budi luhur 2016 Usung Tema Kearifan Lokal

Liputan1.com-Festival Dokumenter Budi luhur 2016 Usung Tema Kearifan Lokal

Animo untuk mengulang sukses pada tahun 2014 dan 2015, festival yang di hadiri 500 orang dari berbagai kalangan pelajar, mahasiswa dan publik, dengan memutarkan lebih dari 50 karya Dokumenter serta menghasilkan 5 karya terbaik dari masing-masing Kategori Pelajar dan Mahasiswa, Festival Dokumenter Budi Luhur akan kembali digelar untuk yang ketiga kalinya pada tahun 2016 ini.

Kaprodi FIKOM Bentar to Wicaksono menjelaskan, Festival Dokumenter Budi Luhur 2016 hadir dengan konsep baru dan lebih variatif. Tak hanya terfokus pada kompetisi dokumen ternasional, di tahun ini, Festival Dokumenter Budi Luhur mengadakan Call for Article, pengumpulan karya tulis dalam bentuk Artikel.

Artikel mengambil tema “Redefining Documentary” yang fokus kepada pengertian, pemahaman, kedekatan dan konsep dari dokumenter itu sendiri. Karya tulis dari para penggiat, akademisi, dan praktisi dokumenter tersebut akan diterbitkan dalam bentuk buku, yang rencananya akan di-launching pada malam penghargaan.

Sedangkan, untuk kompetisi dokumenter, Festival Dokumenter Budi Luhur 2016 mengambil tema “Kearifan Lokal” yang mengangkat budaya nusantara dan kultur kehidupan masyarakat.”

Universitas Budi Luhur pun melebarkan sayapnya dengan turut mengundang peserta yang tak hanya mahasiswa internal mata kuliah Produksi Dokumenter, namun juga mengikutsertakan siswa Sekolah Menengah Atas dan sederajat, tingkat Universitas, yang mencakup seluruh wilayah Jakarta, serta masyarakat umum untuk ikut berpartisipasi dan berkompetisi dalam membuat karya dokumenter, guna melatih jiwa kompetisi peserta, merangsang ide-ide kreatif dan menuangkan gagasan tersebut kedalam bentuk audio-visual yang menarik.

Iqbal Naufal selaku ketua FDBL 2016 mengungkapkan, Festival Dokumenter Budi Luhur merupakan kegiatan akbar tahunan yang diwujudkan oleh Budiluhur TV. Festival Dokumenter Budi Luhur 2016 mengusung tema “KearifanLokal”, dengan rangkaian kegiatan Call for Article, Call for Documentary, Workshop, Roadshow, Screening and Diskusi dan diakhiri dengan malam penghargaan (Awarding Night),” di Universitas Budi Luhur, Jumat (23/12/2016).

Pada tahun sebelumnya Festival Dokumenter Budi Luhur mengundang 3 juri untuk menilai hasil karya documenter dari para peserta. Tetapi di tahun ini, Festival Dokumenter Budi Luhur mengundang 5 juri sekaligu suntuk melakukan penilaian kepada film film yang akan dilombakan diantarnya, Priadi Soefjanto ( PraktisiFotografi ), DjarotSuprajitno ( ProduserRajawali TV ), Dandy DwiLaksono (WatchDoc), IGP Wiranegara (Juri Eagle Awards), Gerzon Ayawaila (IKJ), Naratama Rukmananda (VOA Amerika).

Salah satu juri FDBL 2016 Priadi Soefjanto, memberikan makna dan arti dari tema pada tahun ini yaitu “KearifanLokal”.

“Teman- teman panitia dan teman-teman di Budi Luhur ingin memanfaatkan media Dokumenter untuk mengangkat tema-tema yang menjadi sebuah penyimpan potensi untuk masa depan Indonesia, di mana kita bisa mencari sesuatu yang terjadi di sekitar kita, unik, berbeda dengan yang lain, tapi di dalamnya harus ada nilai-nilai kebijakanaan. Yang penting adalah kalau ini dibuat oleh local geniusis maka usaha akan tertanam diikuti oleh sekelompok orang,” paparnya.

Juri FDBL 2016 Djarot Suprayitno juga sedikit mengupas alasan mengapa pada tahun ini mengangkat tema Kearifan Lokal.

“Sangat tepat apabila FDBL tahun ini mengangkat tema Kerifan Lokal. setiap tahun kampus ini membuka kesempatan masyarakat untuk terlibat untuk membuktikan bahwa masyarakat kita hormati,” tuturnya.

“Maka bersama ini kami Budiluhur.TV, Konsentrasi Broadcast Journalism dan Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Budi Luhur mempersembahkan ‘Festival Dokumenter Budi Luhur 2016’,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here