Djarot Saiful Hidayat, Antara Umroh dan Tradisi Upa-upa

0
1331
Djarot Saiful Hidayat, Antara Umroh dan Tradisi Upa-upa

Liputan1.com-Djarot Saiful Hidayat, Antara Umroh dan Tradisi Upa-upa

Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta bersama isterinya Happy Farida akan menjalankan ibadah umroh ke Tanah Suci mulai dari haru Minggu (25/12) hingga Selasa (3/1).

“Makanya, saya ini mau umroh. Tadi di pengajian saya titip-titip. Sekalian minta maaf kalau selama ini saya ada salah, khilaf pada teman-teman di sini, pada warga di sini. Sekaligus minta izin melaksanakan ibadah umroh,” kata Djarot seusai acara pengajian Relawan Basuki-Djarot (Badja) di Jalan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (23/12).

Selama ditinggal 10 hari beribadah umroh di masa kampanye, Djarot mengaku tidak takut akan terjadi penurunan tingkat elektabilitas pasangan calon nomor urut dua ini.

Ia tetap optimistis, tingkat elektabiltas akan terjaga terus karena sudah menitipkan kepada para relawan untuk terus menyosialisasikan visi, misi dan Program kerja Ahok-Djarot kepada warga diseluruh wilayah DKI Jakarta.

Sebelum pergi umroh, sekitar 13.000 relawan telah dikumpulkan untuk penyamaan persepsi terkait visi, misi dan program.

“Saya juga sudah minta izin selama menjalankan umroh kegiatan saya off semua. Saya titip Jakarta kepada para relawan,” ujarnya.

Upa-upa
Dalam pengajian tersebut, Djarot dan Happy pun diberikan upa-upa oleh seorang ibu dari relawan Badja Dharmawangsa.

Ibu yang bernama Lin Kameron (71) ini mengambil sepiring nasi kuning dan sedikit lauk pauk. Lalu ia mengambil sejumput nasi dan lauk dengan tangan, lalu menyuapkannya ke Happy Farida. Kemudian mencium pipi dan kening isteri Djarot ini.

Setelah itu, Lin kembali menyuapkan nasi kuning dan lauk pauk ke Djarot. Kemudian mencium kening Djarot sambil memberikan doa singkat.

“Semoga dapat berkah selama umroh. Sehat-sehat selalu,” kata Lin disela-sela acara pengajian relawan Badja di Jalan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (23/12).

Tradisi upa-upa atau mangupa merupakan adat Batak. Tradisi ini masih terus dilaksanakan baik di Tapanuli Selatan maupun Tapanuli Utara.

Lin menjelaskan adat upa-upa adalah pemberian suapan dengan tangan seorang ibu dan ayah untuk mendoakan keberhasilan, keselamatan, atau kesehatan seorang anak yang akan menempuh tahapan baru dalam kehidupan. Di antaranya pernikahan, umroh, selamatan, naik haji, wisuda dan lainnya.

“Jadi upa-upa ini adat dari Tapanuli Selatan. Saya memberikan suapan langsung dari tangan, tidak boleh dengan sendok. Karena adatnya seperti itu. Ketika saya menyuapi Pak Djarot dan Bu Happy, saya memberikan doa seorang ibu kepada kedua anaknya yang mau pergi umroh. Saya mau memberikan semangat kepada mereka agar dapat menjalankan ibadahnya dengan baik dan lancar,” terangnya.

Biasanya, adat upa-upa harus ada ikan mas, udang dan ayam panggang serta nasi putih. Tetapi, tidak dipermasalahkan sekarang bila diganti dengan nasi tumpeng.

“Tidak apa-apa diganti dengan nasi tumpeng, nasi kuning. Yang penting kan doanya. Sebab saya lama mengenal Pak Djarot dan Bu Happy sejak di Blitar. Saya sudah anggap mereka seperti anak saya sendiri,” tuturnya.

Lim mendoakan keduanya dapat menjalankan umroh dengan lancar. Apalagi saat ini, Djarot sedang menghadapi Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI. Jadi bisa berdoa langsung saat umroh untuk kelancaran pelaksanaan Pilgub dan meraih kemenangan.

“Tadi saya sampaikan doa, supaya dapat menjalankan ibadah umroh dengan lancar. Apalagi umroh kali ini spesial banget, karena menghadapi Pilgub DKI. Jadi niatnya baik dan bagus. Menjelang pilgub, dia berdoa di tempat yang suci,” paparnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here