Baku Tembak dengan Kelompok Santoso, Satu Prajurit TNI Tewas

0
983
Teroris Anak Buah Santoso Tewas Tertembak di Pare

Liputan1.com-Baku Tembak dengan Kelompok Santoso, Satu Prajurit TNI Tewas

Baku tembak kelompok teroris kelompok Santoso dengan personil Satgas Tinambola (TNI-Polri) kembali pecah di wilayah Poso. Seorang prajurit TNI dikabarkan tewas tertembak. Sementara puluhan anggota kelompok teroris Santoso masih bebas berkeliaran di wilayah Poso.

“Memang benar tadi siang (kemarin) tanggal 20 Desember tepatnya 12.30 ada kontak senjata dalam kaitan operasi Tinombala,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Rikwanto.

“Di mana dalam kontak senjata tersebut antara gerombolan teroris Poso dengan TNI-Polri, satu orang anggota TNI telah tertembak dan gugur. Saat ini anggota TNI yang gugur telah dievakuasi ke RSUD Poso untuk disemayamkan,” sambungnya.

Dari data yang didapat, satu orang prajurit yang gugur tersebut atas nama Pratu Yusuf Badrodin dari Tim Nanggalan 8. Pelaku yang dipastikan adalah kelompok Santoso saat ini sedang dalam pengejaran.

“Untuk pelaku yaitu kelompok Santoso, sisa-sisanya sedang dalam pengejaran oleh Satgas Tinombala dan saat ini sedang berlangsung,” ungkapnya.

Rikwanto mengatakan anggota kelompok Santoso saat ini tersisa 10 hingga 15 orang dan kekurangan logistik serta amunisi. Satgas Tinombala pun tetap melakukan operasi untuk mengejar dan mengepung kelompok teroris tersebut.

“Sisanya sudah sedikit, mereka terdesak kekurangan logistik dalam kaitan makanan dan amunisi. Operasi Tinombala tetap berlangsung dalam kaitan mengejar dan pengepungan,” ujarnya.

“Terus berkurang, jadi tempat di mana mereka biasa berada, area-area mereka beroperasi sudah dikurung. Artinya untuk naik turun gunung itu sudah susah,” beber Rikwanto di kantornya, Jl. Trunojoyo, Kebayoran, Jakarta Selatan, Rabu (21/12/2016).

Dia pun menambahkan, saat ini untuk menambah logistik serta amunisi, kelompok Santoso sudah semakin sulit.

“Untuk menambah logistik baik makanan maupun amunisi juga sudah susah. Jadi mereka hidup apa adanya sekarang,” sambung Rikwanto.

“Kita pastikan tidak ada (kelompok simpatisan) ya. Jadi tinggal kelompok mereka saja,” ungkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here