Seniman Indonesia Raih Penghargaan Bergengsi Joseph Balestier Award di Singapura

0
872
Arahmaiani

Liputan1.com-Seniman Indonesia Raih Penghargaan Bergengsi Joseph Balestier Award di Singapura

Arahmaiani terpilih menjadi satu dari tiga finalis penerima penghargaan bergengsi Joseph Balestier Award. Penghargaan yang diusung Art Stage Singapore dan Kedutaan Besar AS di Singapura ini diberikan pada seniman atau kurator dari Asia Tenggara yang aktif dalam menyampaikan kebebasan berekspresi melalui karya-karyanya.

Selain ia, dua finalis lainnya yakni Aye Ko dan Chaw Ei Thein, keduanya dari Myanmar.

Art Stage Singapore mengumumkan tiga finalis penerima penghargaan bergengsi Joseph Balestier Award untuk Freedom of Art 2017 ini akhir pekan lalu. Pemenang yang terpilih akan menerima hadiah sebesar US$150,000.T

Terpilihnya Arahamaini sebagai finalis, karena ia dianggap sebagai salah satu seniman kontemporer ikonik dan disegani dari Indonesia yang terkenal berkat karya-karyanya penuh muatan kritik akan isu sosial dan budaya. Karya artistiknya merentang melalui berbagai media, di antaranya video, instalasi, lukisan, gambar dan pahatan.

Aktif berkiprah sejak 1980 dan 1990-an, Arahmaiani telah mengkukuhkan dirinya sebagai pionir dalam seni pertunjukan di Asia Tenggara. Karya-karyanya merupakan bentuk ekspresi akan pemikiran yang dalam akan invetsigasi persoalan politik, sosial dan budaya.

Selain Arahmaiani, dua finalis lainya yakni Aye Ko dan Chaw Ei Thein.

Aye Ko merupakan salah seorang seniman asal Myanmar yang disegani lewat seni pertunjukan yang kerap dihadirkannya. Dalam kurun waktu dua dekade ia membuat karya yang mengupas persoalan politik dan lingkungan. Pada 2008, Aye Ko dan timnya membangun Ne Zero Art Space sebagai medium berbagi gagasan dan kreativitas dengan publik lebih luas.

Sementara, Chaw Ei Thein mencuri perhatian dunia pada pertengahan 1990-an ketika ia menampilkan karya-karyanya, begitu juga pada 2008 ketika ia menampilkan September Sweetness. Hingga hari ini ia meneruskan kesempatan bagi seniman Burma untuk berbagi karya-karyanya, sembari mendorong adanya dialog partisipasi aktif dengan komunitas seniman di Yangon.

Kebebasan berekspresi

Kirk Wagar, Duta Besar AS untuk Singapura, mengatakan ketiga finalis membuka hadirnya dialog baru akan isu penting dalam masyarakat dan seluruh dunia.

“Di tahun ke-tiga penyelenggaraannya penghargaan ini mencari seniman yang mendorong kreativitas dan kebebasan berekspresi lintas batas,” ungkapnya dalam pernyataan resmi.

Lorenzo Rudolf, pendiri dan presiden Art Stage Singapore turut menyampaikan selamat atas terpilihnya ketiga finalis.

“Dua dari tiga finalis adalah seniman wanita yang menyampaikan pesan kuat akan posisi wanita dalam masyarakat kita saat ini,” ujarnya.

Sebagai seniman, para finalis ini berupaya mengangkat hal-hal penting agar menjadi perhatian dunia, baik isu politik maupun sosial budaya di negara tempat mereka berasal.

Partisipasi mereka di Award ini akan turut menempatkan perhatian akan wanita dan kesetaraan gender tidak hanya di kawasan Asia tapi juga dunia.

Adapun para juri dalam penghargaan in antara lain, Profesor Ute Meta Bauer, Direktur Centre for Contemporary Art (CCA) Singapura, Zoe Butt, Direktur Artistisk The Factory Contemporary Art Centre, Vietnam dan Enin Supriyanto, penulis dan kurator seni independen Indonesia.

Pemenang penghargaan akan dimumumkan pada 10 Januari mendatang.

Arahmaiani, Seniman Indonesia Finalis Joseph Balestier AwardArahmaiani menjadi satu dari tiga finalis penerima penghargaan Joseph Balestier Award. (Foto: Dok. Art Stage Singapore)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here