Hastag @JokowiTakutFPI Trending Topic di Indonesia

0
668
Hastag @JokowiTakutFPI Trending Topic di Indonesia

Liputan1.com-Hastag @JokowiTakutFPI Trending Topic di Indonesia

Hastag tersebut menempati urutan pertama trending topic di Indonesia.

Hastag #JokowiTakutFPI ini sudah ramai disuarakan sejak pagi tadi. Hingga saat ini cuitan bernada sindiran terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini masih terus muncul.

Hastag ini muncul terkait dengan aksi Ormas Front Pembela Islam (FPI) yang mendatangi perusahaan dan pusat perbelanjaan di berbagai daerah seperti Jakarta dan Surabaya. Mereka menyebut mensosialisasikan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyebut umat Islam haram mengenakan atribut yang berkaitan dengan perayaan Natal.

Banyak netizen yang bersuara dengan aksi FPI tersebut karena dinilai meresahkan. Aksi sosialiasi tersebut dinilai mengintimidasi. Fatwa MUI disebut bukanlah hukum positif dan aparatlah yang berhak melakukan penertiban, bukan ormas. Ulama Nahdlatul Ulama (NU) KH Mustofa Bisri atau Gus Mus juga menyinggung hal ini.

“Karena tdk tahu, banyak org ~termasuk mungkin yg di MUI dan di pemerintahan~ menganggap bahwa MUI itu lembaga negara yg fatwanya mengikat,” tulisnya lewat akun Twitter @gusmusgusmu.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga sudah bersuara atas persoalan ini. Dia menegaskan bahwa Fatwa MUI bukanlah hukum positif di Indonesia. Dia meminta ormas jangan membuat keresahan di masyarakat.

“Untuk ormas, fatwa MUI itu bukan hukum positif di Indonesia. Jadi kalau mau sosialisasi ya jangan sampai membuat masyarakat takut,” kata Tito di acara diskusi ‘Merangkai Indonesia dalam Kebhinnekaan’ di Aula Latif Hendraningrat, Universitas Negeri Jakarta, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (19/12).

Tagar #JokowiTakutFPI sudah dibicarakan hingga 13.500 kali sampai berita ini ditulis. Linimasa tagar ini kebanyakan berisi keluhan Tweeps terhadap pemerintah yang diam atas aksi FPI.

“Padahal pak @jokowi gak punya hutang budi ke FPI tp knapa takut membubarkn ormas intoleran yg satu ini? Knapa pak? #JokowiTakutFPI,” tulis akun @Windakhan1.

“Jika dalamn seminggu kedepan@jokowi diam saja dgn kelakuan FPI maka 2019 kita pilih Rizieq jadi Presiden,#serius #JokowiTakutFPI,” cuit Rudi Valinka di akun @kurawa.

Perbincangan ini dipicu oleh beredarnya kabar FPI yang melakukan sweeping atribut natal di beberapa mal di kota Surabaya. Namun kabar itu telah dibantah oleh Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya Komisaris Besar Muhammad Iqbal. Menurut Iqbal, saat itu FPI hanya menyosialisasikan keberadaan fatwa MUI di sekitaran mal.

“Mereka tidak sampai masuk ke mal apalagi sweeping,” ujar Iqbal

Laskar Pembela Islam (LPI) yang berada di bawah naungan FPI sendiri telah menampik kabar sweeping itu.

“Kami hanya mengimbau kepada teman-teman karyawan yang beragama muslim untuk tidak memakai atribut terkait Natal,” ucap Panglima LPI Maman Suryadi.

Kendati demikian, protes pengguna Twitter masih masih bermunculan di linimasa. Mereka berharap aparat hukum tidak berpihak kepada ormas tertentu.

Tito menegaskan, apabila terdapat ormas menggunakan kekerasan saat melakukan sosialisasi, maka dia memerintahkan jajarannya agar langsung melakukan penindakan. Selain itu, Tito juga menyoroti aksi sosialisasi dari ormas dengan cara datang beramai-ramai ke ruang publik. Menurut Tito, hal itu bisa dihindari dengan cara yang lebih baik melalui sosial media atau undangan resmi.

Tito juga telah memberikan teguran keras kepada Kapolres Bekasi Kota Kombes Umar Surya Fana dan Kapolres Kulonprogo AKBP Nanang Djunaedi yang membuat surat edaran yang isinya terkait fatwa MUI mengharamkan pemakaian atribut nonmuslim.

“Saya tegur keras Polres Metro Bekasi Kota dan Polres Kulonprogo karena mereka mengeluarkan surat edaran seperti yang difatwakan MUI. Sekali lagi, fatwa MUI bukan menjadi rujukan bagi hukum positif kita. Saya suruh cabut surat edaran itu,” tegas Tito.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here