KPK OTT Pejabat Badan Keamanan Kelautan

0
565
KPK OTT Pejabat Badan Keamanan Kelautan

Liputan1.com-KPK OTT Pejabat Badan Keamanan Kelautan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan empat orang saat melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap oknum pejabat Badan Keamanan Kelautan (Bakamla).

“Tim amakan 4 orang, 1 orang penyelenggara negara dan 3 orang dari swasta atau diduga sebagai pihak pemberi,” Kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Rabu (14/12/2016).

Febri menjelaskan, dalam OTT tersebut, KPK jgua berhasil mengamankan sejumlah uang yang diduga akan diberikan pihak swasta ke penyelenggara negara. Namun, jumlah uang tersebut masih belum bisa disebutkan secara rinci untuk saat ini.

“Saat ini penyitaan sejumlah uang dan ada kendaraan. Namun uangnya proses penghitungan,” lanjutnya.

Sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo membenarkan operasi yang dilakukan anak buahnya tersebut. Namun, Agus enggan bicara lebih jauh mengenai OTT yang dilakukan siang tadi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, KPK diduga menangkap pejabat Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla). Satu unit mobil jenis Toyota Fortuner juga telah diamankan oleh KPK diduga berkaitan dengan OTT tersebut. Seperti pada OTT sebelumnya, KPK menutup plat nomor mobil tersebut.

KPK menyatakan akan fokus menangani kasus korupsi di sektor kemaritiman. Wakil Ketua KPK Laode Muhamad Syarif menyebut sektor kelautan dan perikanan paling banyak terjadi suap dan korupsi.

Ia berkata, banyak pengusaha di sektor itu yang tidak taat membayar kewajibannya. Hal itu menyebabkan penerimaan negara dari sektor kelautan dan perikanan masih sangat rendah.

“Penerimaan negara dari sektor perikanan, tahun 2000 sampai 2012 kurang dari 1 persen. Bayangkan, Indonesia dengan panjang pantai dengan grade terpanjang di dunia, kurang dari 1 persen dari jumlah pajak. Jadi kita bisa tahu ke mana perginya. Pastilah dengan korupsi atau kongkalikong di dalamnya. Jadi memang banyak,” ujar Laode di Jakarta, Kamis (20/10)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here