Pengakuan Ahok Kenapa Menangis dalam Sidang

0
643
Kelima orang tersebut merupakan saksi pelapor. Salah satu saksi bernama Pedri Kasman diketahui merupakan Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah. Pedri cukup aktif dalam mengawal kasus Ahok. Dia pernah mendatangi Kejaksaan Agung untuk memastikan perkara tersebut berjalan sesuai prosedur. Ahok, calon gubernur petahana Jakarta, didakwa dengan dakwaan alternatif antara Pasal 156 huruf a KUHP atau Pasal 156 KUHP. JPU menilai Ahok telah melakukaan penodaan terhadap agama serta menghina Al-Quran dan para ulama.

Liputan1.com-Pengakuan Ahok Kenapa Menangis dalam Sidang

Terdakwa kasus penoadaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menangis di depan majelis hakim sidang penodaan agama di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (13/12/2016). Basuki Tjahja Purnama alias Ahok sempat menangis saat membacakan nota keberatan di depan Majelis Hakim

Kepada awak media, Ahok mengaku sangat emosional lantaran hari itu bertepatan 19 tahun ayah kandungnya meninggal. Ia teringat bagaimana ayahnya rutin membantu umat muslim membangun masjid.

“Saya langsung ingat kalau dalam ajaran Islam itu kalau kita menyakiti orang tua (karena) menista (agama), orang tua menurut kepercayaan Islam itu ayah kita itu nangis di kuburan,” kata Ahok di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/12)

Setelah teringat hal tersebut, Ahok lalu melihat dirinya yang saat itu tengah duduk di kursi pengadilan karena dituduh menista agama

Islam. Itulah, kata dia, yang membuatnya tak kuasa menahan air mata. Apalagi, sebelum ayahnya meninggal, dia mendapat pesan agar selalu mengingat adanya keluarga angkat hingga akhir hayat.

Karena itu, ketika ayah angkatnya ikut meninggal, dia mendapatkan tempat istimewa bagaikan anak kandung duduk di depan peti saat melayat.

“Makanya waktu kemarin saya teringat omongan persaudaraan itu pas bapak saya juga meninggal kemarin 19 tahun yang lalu,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here