Ini Nota Pembelaan Lengkap Ahok

0
847
Kelima orang tersebut merupakan saksi pelapor. Salah satu saksi bernama Pedri Kasman diketahui merupakan Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah. Pedri cukup aktif dalam mengawal kasus Ahok. Dia pernah mendatangi Kejaksaan Agung untuk memastikan perkara tersebut berjalan sesuai prosedur. Ahok, calon gubernur petahana Jakarta, didakwa dengan dakwaan alternatif antara Pasal 156 huruf a KUHP atau Pasal 156 KUHP. JPU menilai Ahok telah melakukaan penodaan terhadap agama serta menghina Al-Quran dan para ulama.

Liputan1.com-Ini Nota Pembelaan Lengkap Ahok

Terdakwa kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menangis di depan majelis hakim sidang penodaan agama di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (13/12/2016).

Basuki Tjahja Purnama alias Ahok sempat menangis saat membacakan nota keberatan di depan Majelis Hakim. Ia menegaskan ucapannya yang menyinggung ayat 51 surah Al Maidah tidak bertujuan untuk menafsirkan ayat yang merupakan Firman Tuhan.

Ahok pun tidak memiliki niat sedikitpun untuk menistakan atau menghina agama Islam. “Jelas, yang saya utarakan di Kepulauan Seribu, bukan dimaksudkan untuk menafsirkan surah Al Maidah,” ujar Ahok.

Berikut isi lengkap nota keberatan yang telah dibacakan Ahok:

Bapak Ketua Majelis Hakim, dan Anggota Majelis Hakim yang saya muliakan,

Sdr. Jaksa Penuntut Umum yang saya hormati,

Penasihat Hukum dan Para Hadirin yang saya hormati,

Pertama-tama saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Majelis Hakim atas kesempatan, yang diberikan kepada Saya.

Berkaitan dengan persoalan yang terjadi saat ini, dimana saya diajukan di hadapan sidang, jelas apa yang saya utarakan di Kepulauan Seribu, bukan dimaksudkan untuk menafsirkan Surat Al-Maidah 51 apalagi berniat menista agama Islam, dan juga berniat untuk menghina para Ulama. Namun ucapan itu, saya maksudkan, untuk para oknum politisi, yang memanfaatkan Surat Al-Maidah 51, secara tidak benar karena tidak mau bersaing secara sehat dalam persaingan Pilkada.

Ada pandangan yang mengatakan, bahwa hanya orang tersebut dan Tuhan lah, yang mengetahui apa yang menjadi niat pada saat orang tersebut mengatakan atau melakukan sesuatu. Dalam kesempatan ini di dalam sidang yang sangat Mulia ini, saya ingin menjelaskan apa yang menjadi niat saya pada saat saya berbicara di Kepulauan Seribu tersebut.

Dalam hal ini, bisa jadi tutur bahasa saya, yang bisa memberikan persepsi, atau tafsiran yang tidak sesuai dengan apa yang saya niatkan, atau dengan apa yang saya maksudkan pada saat saya berbicara di Kepulauan Seribu.

Majelis Hakim yang saya muliakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here