Atlet Panahan Tewas Dibunuh

0
565

Liputan1.com-Atlet Panahan Tewas Dibunuh

Mantan atlet Panahan Lampung Selatan, Dodi Boy Penalosa, warga Candimas I, Kecamatan Natar, tewas dengan banyak luka tusukan senajata tajam. Diduga korban dikroyok orang yang tidak dikenal, di sekitaran Way Tuba, Natar, Lampung Selatan, Rabu, sekitar jam 16.30 WIB.

Ditemui di Kamar Jenazah Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUDAM), rekan akrab sekaligus tetangga korban, menceritakan awal informasi mengenai tewasnya Dodi karena kecelakaan motor, tapi setelah mendapat informasi lebih lanjut rekanya itu tewas karena ditusuk.

“Awalnya saya terima informasi dari kawan, dia tewas karena kecelakaan motor, tapi setelah saya dapat kabar lagi dia meninggal karena ditusuk, ” kata tekan korban yang enggan namanya disebutkan di media, tadi malam di RSUDAM.
Diceritakannya, seusai kejadian korban tergeletak di pinggiran jalan dengan luka tusuk bersimbah darah, warga sekitar yang melintas tidak memberanikan diri untuk membantu korban kemungkinan karena takut menjadi saksi mata.

“Waktu hujan jam 17.30 Wib tadi sore baru diangkat dari lokasi itu pun adiknya yang datang untuk mengangkat korban, sebetulnya kalau diangkat kemudian dibawa kerumah sakit kemungkinan dia selamat, tapi karena terlamabat dia kehabisan darah kemudian meninggal,” kata perempuan mengenakan celana dasar hitam baju lengan panajng berwarna hitam itu.

Menurut perempuan bertubuh mungil ini, sejak SD hingga masuk asrama setingkat SMA, Dodi dikenal anak yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata kawan sebayanya. “Saya kenal baik dengan Dodi, dia anaknya baik, pintar dulu satu asrama saat mondok di Beranti,” katanya.

Rekan-rekan Dodi tidak ada yang tidak mengetahui bahwa Korban adalah atlet panahan yang beberapa kali menerima penghargaan juara tingkat Provinsi Lampung.
Tetangga lainnya, Bunari (46), mengatakan korban diketahui setelah tidak bernyawa, awal informasi beredar Dodu tewas kecelakaan, tapi setelah mendapat infoemasi sebenarnya kirban meninggal akibat ditusuk orang yang tidak dikenal.

Menurut penuturan sopir yang ada di lokasi kejadian, kata Bunari, pelaku lebih dari 3 orang. “Kami berharap pelaku cepat tertangkap dan menjalani hukuman sesuai aturan yang ada,” kata Bunari.
Candra (44) sepupu korban tidak percaya atas meninggalnya keponakanya itu, menurut Candra selama ini keponakanya tidak pernah ada masalah dengan orang lain. “Dia baik dan ramah, tak ada orang yang datang ke rumah marah-marah atau menagih utang,” ucapnya.

Kanit Reskrim Polsek Natar Ipda kamasoki ditemui di RSUDAM, membenarkan peristiwa itu, tapi pihaknya belum mengetahui motif pembunuhan Dodi seperti apa.
“Anggota masih di lapangan melakukan penyelidukan dan menanyakan saksi mata di TKP,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here