Pledoi La Nyalla, Bantah Semua Tudingan JPU dan Ditutup dengan Ayat Alquran

0
736
MA Tolak Kasasi Jaksa, Akhir Cerita Dana Hibah Jatim

Liputan1.com-Pledoi La Nyalla,  Bantah Semua Tudingan JPU dan Ditutup dengan Ayat Alquran

La Nyalla Mattalitti yang oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dituntut 6 tahun penjara dan denda Rp 500 juta , pada hari ini di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (7/12/2016), membacakan nota keberatan atau pledoi atas tuntutan JPU.

La Nyalla menuturkan, keberatan atas penetapan tersangka yang diberikan oleh Jaksa Penuntut Umum. Tidak ada bukti baru yang didalilkan JPU.

Bahkan sebaliknya alat bukti untuk Diar dan Nelson, yaitu dokumen MOU antara Kadin dan Pemprov Jatim tidak dihadirkan dalam pengadilan. Padahal dokumen itu sangat penting, saya mendelegasikan ke Waketum Kadin.
Selain itu, dari semua fakta yang dihadirkan, tidak ada satupun saksi yang menyaksikan dan menyebutkan La Nyalla melakukan apa yang didalilkan JPU. Tidak ada satupun yang menyatakan dirinya melakukan korupsi besama Diar Kusuma dan Nelson.
La Nyalla juga membantah, dalil JPU yang menyatakan dirinya merugikan negara Rp 1,1 milyar dari keuntungan saham. Disebutkannya bahwa BPKB tidak pernah menyatakan dana Rp 1,1 milyar adalah uang negara karena bersumber pada uang pribadi La Nyalla.

“JPU mendalilkan bahwa saya merugikan keuangan negara sebesar Rp 1,1 miliar, yang timbul dari keuntungan penjualan saham atas nama saya di Bank Jatim,” kata La Nyalla saat membacakan sendiri pledoinya, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (7/12/2016).

“Bagaimana mungkin saham yang telah menjadi milik saya pribadi, setelah saya mengembalikan dana hibah yang digunakan saudara Diar Kusuma Putra untuk membeli saham IPO tersebut tetap menjadi uang dana hibah,” jelasnya.

La Nyalla selaku Ketua Kadin Jawa Timur saat itu diduga melakukan korupsi dana hibah Rp 5,3 miliar secara bersama-sama dengan Diar Kusuma dan Nelson Sembiring. La Nyalla menyebut telah mengembalikan uang tersebut dan hal itu didukung oleh keterangan Diar dan Nelson di muka persidangan.

“Setelah saya mengembalikan dana hibah yang digunakan saudara Diar Kusuma Putra untuk membeli sama IPO tersebut tetap menjadi uang dana hibah? Lantas uang pengembalian dari saya pribadi sebesar Rp 5,3 miliar yang telah diterima saudara Diar dan Nelson di tahun 2012 lalu ke mana?” tutur La Nyalla.

Menurut La Nyalla BPKP tidak pernah menyatakan dana Rp 1,1 miliar adalah uang negara atau kerugian negara. Ada pula yang merugikan negara dalam perkara dana hibah adalah Diar dan Nelson sebesar Rp 26 miliar.

“Dalam dakwaan dan tuntutan JPU yang tanpa disertai dokumen audit, dinyatakan bahwa saya merugikan negara sebesar Rp 1,1 miliar,” ujar La Nyalla.

La Nyalla juga merasa dihina oleh JPU karena dianggap tidak memiliki dana yang cukup untuk membeli saham IPO Bank Jatim sebesar Rp 20 miliar. Ia menyatakan bahwa perputaran uang di rekeningnya mencapai Rp 72,3 miliar.

“Asumsi JPU bahwa saya tidak memiliki kemampuan finansial untuk membeli saham IPO Bank Jatim sejatinya adalah penghinaan kepada pribadi diri saya selaku pengusaha dan Ketua Kadin Jatim,” jelasnya.

Masalah melarikan diri ke luar negeri juga disinggung La Nyalla dalam pledoi nya. “Saya meninggalkan Indonesia sebelum saya dicekal, sehingga saya masih warga negara yang memiliki hal untuk melakukan perjalanan,” tegasnya

Saat diluar negeri, La Nyalla menjelaskan bahwa saat itu Pengadilan Negeri Surabaya dalam putusannya memenangkan gugatan Pra Peradilan yang diajukannya termasuk yang diajukan anaknya, sehingga saat diluarg negeri status bukan sebagai tersangka. Tetapi kejaksaan tetap mengeluarkan sprindik baru dan meminta imigrasi untuk melakukan blokir paspor dan akhirnya dideportasi oleh Pemerintah Singapura

La Nyalla mengganggap tidak ada satupun bukti dan fakta yang menyatakan dia melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum. Melalui pledoinya, La Nyalla memohon kepada Yang Mulia Majelis Hakim untuk membebaskan dari semua dakwaan JPU serta memerintahkan JPU untuk mengeluarkan dari rumah tahanan

Dia akhir pembelaannya, La Nyalla juga mengutip terjemahan ayat Alquran sebagai doa agar terbebas dari semua dakwaan, Surat Ash-Shura ayat 41 : “Dan sesungguhnya, orang orang yang membela diri sesudah teraniaya, tidak ada satu dosapun terhadap mereka” , dan disambung dengan dengan surat Al Imran ayat 26 : “Katakanlah”Wahai Tuhan Yang menpunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

Sidang lanjutan La Nyalla dengan agenda replik, akan digelar Selasa pekan depan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here