Mendikbud Hapus Ujian Nasional

0
503
Presiden Jokowi Putuskan Tetap Berlakukan UN

Liputan1.com-Mendikbud Hapus Ujian Nasional

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy membuat terobosan penghapusan ujian nasional (UN) di semua tingkatan (SD,SMP,SMA/SMK).

Ujian akhir bagi siswa sekolah didesentralisasi. Pelaksanaan ujian akhir bagi siswa SMA-SMK dan sederajatnya diserahkan ke pemerintah provinsi. Untuk level SMP dan SD sederajatnya diserahkan ke pemerintah kabupaten/kota.

Mendikbud menyerahkan ujian untuk tingkat SMA/SMK ke pemerintah provinsi dan SD-SMP ke pemerintah kota/kabupaten. Keputusan ini masih menunggu instruksi presiden (Inpres) dan mulai diberlakukan tahun 2017.

“Dimoratorium, di tahun 2017 ditiadakan,” kata Muhadjir saat dihubungi, Jumat (25/11).

Meski didesentralisasi, kata Muhadjir, ujian kelulusan siswa tetap harus memenuhi standar nasional. Karena itu, Badan Standardisasi Nasional akan mengawal, mengontrol, mengendalikan prosesnya.

”Jadi tidak ada lagi itu supply-supply soal ke daerah dikawal polisi,” ujar mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini.

Kelulusan siswa akan ditentukan oleh pihak sekolah. Hasil ujian akhir jadi salah satu pertimbangan, bukan jadi satu-satunya faktor penentu kelulusan. Presiden, kata Muhadjir, sudah setuju.

“Saya sudah dipanggil Pak Presiden, sebelum jumatan tadi saya dipanggil. Prinsipnya beliau sudah menyetujui, tinggal menunggu inpres,” tutur Muhadjir.

Muhadjir mengatakan UN akan kembali digelar jika level pendidikan di Indonesia sudah merata. Sembari memoratorium UN, Kemendikbud akan mengupayakan peningkatan kualitas pendidikan agar merata se-Indonesia.

“Ujian Nasional tetap akan saya lakukan sesuai dengan amanah Mahkamah Agung kalau semua pendidikan di Indonesia sudah bagus. Makanya nanti akan pemetaan saja. Nanti kita lihat apakah perbaikan di 2017 cukup signifikan,” ujar Muhadjir.

Untuk rencana tahun 2018, Muhadjir mengaku belum memikirkan apakah UN akan dilaksanakan lagi atau tidak.

“Hampir pasti belum ada. Itu kan tidak bisa setahun dua tahun (peningkatan kualitas sekolah secara merata). Sekolah-sekolah kita yang di atas standar nasional sekarang hanya 30 persen, itu yang harus kita treatment,” ujar Muhadjir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here