Ingin Tax Amnesty, Malah Diperas Oknum Ditjen Pajak

0
1615
Ingin Tax Amnesty, Malah Diperas Oknum Ditjen Pajak

Liputan1.com-Ingin Tax Amnesty, Malah Diperas Oknum Ditjen Pajak

Pernyataan ini diampaikan Direktur Utama PT EK Prima Ekspor Indonesia Rajamohanan Nair yang mengaku tak berniat menyuap Handang Soekarno atas inisiatifnya. Ia mengatakan terpaksa memberi suap karena diperas oleh Kasubdit Bukti Permulaan Direktorat Penegakan Hukum  itu dan dua oknum pegawai Ditjen Pajak lainnya.

“Ada tiga, termasuk Kepala Kanwil KPP Jakarta Utara,” ungkap Rahamohanan melalui pengacaranya, Tommy Singh pada wartawan.  Sayangnya, Tommy tidak mau menyebut dua oknum Ditjen Pajak selain Handang.

Ia mengatakan kliennya akan membayar pajak lewat program amnesti pajak, namun justru ditolak oleh oknum Ditjen Pajak. Penolakan itu penuh kejanggalan hingga terjadinya penyuapan tersebut.

“Kita buka semuanya (lewat) tax amnesty ke pemerintah yang difasilitasi (Ditjen) Pajak, tapi saat mau diajukan sudah ditolak. Dibuat persoalan, sehingga (terjadi) pemerasan,” pungkas Tommy. Terkait itu, Tommy menyebut hal ini akan dibuka seluruhnya di pengadilan.

Sebelumnya, Handang ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK bersama dengan Direktur Utama PT EK Prima Ekspor Indonesia, Rajamohanan Nair. Handang diduga menerima duit Rp 1.9 miliar supaya bisa menghapus kewajiban pajak perusahaan Raja sebesar Rp 78 miliar.

Terkait perbuatannya, Raja sebagai pemberi disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Sementara Handang sebagai penerima disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here