China Tidak Akan Campuri Urusan Indonesia

0
933
Bendera China Berkibar di Pulau Obi Halmahera, Langgar Undang Undang

China Tidak Akan Campuri Urusan Indonesia

Delegasi PWI berkunjung ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk melakukan serangkaian pembicaraan, baik dengan partner Persatuan Wartawan Tiongkok (All China Journalist Association/ACJA), media massa, maupun dengan kalangan pemerintah, khususnya Kementerian Luar Negeri. Rombongan PWI tiba di Bandara Beijing pada Jumat (25/11) pagi

Delegasi PWI dipimpin Ketua Bidang Luar Negeri PWI Teguh Santosa sejumlah pengurus PWI daerah, termasuk Lampung, pada hari pertama, mengunjungi salah satu media terbesar di Beijing, harian Jalan Kereta Api Rakyat (Renmin Tiedaobao) dan Kementerian Luar Negeri Tiongkok.

Rombongan PWI diterima Direktur ASEAN Kementerian Luar Negeri Republik Rakyat China (RRC) Shen Minjuan, dalam pertemuan di Kemenlu RRC di Beijing, Jumat sore (25/11).

Shen Minjuan menyatakan, Tiongkok tidak akan ikut campur urusan politik dalam negeri Indonesia. Jadi tidak benar, Cina akan mengirim pasukan ke Indonesia, jika terjadi sesuatu atas keturunan Tiongkok di Jakarta. “Kami tidak akan menanamkan ideologi ke negara lain, termasuk Indonesia,” tegas Shen Minjuan.

Menurut dia, hubungan bilateral Indonesia dan Tiongkok berakar dari masa lalu, memberikan keutungan bagi kedua negara. Meskipun hubungan kedua negara sempat terputus, tapi Indonesia mengundang China dalam pertemuan Asia Afrika. Kerjasama di bidang kebudayaan juga baik.

Bahkan, pada masa Pemerintahan Indonesia saat ini, hubungan bilateral makin membaik. Hal itu, kata dia, ditunjukkan antara lain Presiden Joko Widodo sudah tiga kali berkunjung ke Tiongkok dan lima kali bertemu Presiden Tiongkok.

Bagi Tiongkok, Indonesia salah satu mitra strategis dalam bidang ekonomi. Dia menyebut, ekonomi Tiongkok terbesar kerjasama dengan Indonesia atau menempati urutan ketiga setelah Malaysia dan Singapura. “Indonesia salah satu negara yang sangat penting. Apalagi dengan adanya poros Maritim bisa disinergikan dengan Tiongkok,” katanya.

Dia juga menyinggung soal media yang memiliki peran penting dalam pemberitaan soal perkembangan Tiongkok maupun Indonesia. Tiongkok banyak mengirim wartawan bertugas di Indonesia. Hal yang sama diharapkan Indonesia bisa menungaskan jurnalisnya di Tiongkok.

Selain ke Beijing, delegasi PWI dijadwalkan berkunjung ke Hangzhou dan meninjau perkebunan An Ji. Dari Hangzhou, rombongan PWI akan menuju Shanghai dengan kereta api cepat.

“Di Shanghai kami akan mengunjungi Perhimpunan Islam Shanghai dan Masjid Xiao Tao Yuan. Ini kesempatan yang baik untuk mempelajari sejarah dan perkembangan Islam di China,” ujar Teguh yang juga Wakil Rektor Universitas Bung Karno (UBK).

Delegasi PWI dalam kunjungan ini adalah Ketua PWI Jawa Timur Akhmad Munir, Sekretaris PWI Papua Alberth Yomo, Ketua PWI Kalimantan Selatan Faturrahman Jamhari Samad, Ketua PWI Sulawesi Tengah Mahmud Matangara, Dewan Penasihat PWI Kalimantan Selatan Rusdi Effendi Abdurrachman, dan Ketua PWI Lampung Supriyadi Alfian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here