KPK Tahan Walikota Madiun, Dugaan Korupsi Pembangunan Pasar Besar

0
989
KPK Tahan Walikota Madiun, Dugaan Korupsi Pembangunan Pasar Besar

Liputan1.com-KPK Tahan Walikota Madiun, Dugaan Korupsi Pembangunan Pasar Besar

Bambang Irianto resmi menjadi tahanan KPK setelah diperiksa dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Besar‎ Kota Madiun, Jawa Timur tahun 2009-2012.

Keluar dari Gedung KPK, Jakarta, Rabu (23/11/2016), Bambang enggan berkomentar terkait penahanan maupun kasusnya ini. Dengan mengenakan rompi tahanan, Bambang yang digelandang ke mobil tahanan itu hanya bungkam.

Adapun, Bambang ditahan Rutan KPK Kavling C-1. Dia ditahan untuk kepentingan penyidikan.

“Tersangka BI ditahan untuk 20 hari pertama untuk kepentingan penyidikan,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi ‎KPK, Priharsa Nugraha saat dikonfirmasi.

Sebagai informasi, KPK resmi menetapkan Wali Kota Madiun, Bambang Irianto sebagai tersangka dugaan korupsi terkait pembangunan Pasar Besar Kota Madiun, Jawa Timur tahun 2009-2012.

Bambang selaku Wali Kota Madiun periode 2009-2014 dan 2014-2019 itu diduga baik langsung maupun tidak langsung dengan sengaja turut serta dalam pemborongan, pengadaan, dan persewaan terkait pembangunan Pasar Besar Kota Madiun.

Padahal tugasnya selaku Wali Kota Madiun seharusnya melakukan pengawasan dalam pembangunan pasar yang menelan biaya Rp 76,5 miliar itu.

Bambang diduga menerima gratifikasi atau suap yang berlawanan dengan kewenangan dan kewajiban yang jadi tugasnya‎ sebagai Wali Kota Madiun. Meski begitu, belum diketahui berapa kerugian negara akibat kasus ini.

Atas perbuatannya, Bambang disangka dengan Pasal 12 huruf i atau Pasal 12B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor).u

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here