Fatwa MUI : Sholat Jumat di Jalan Tidak Sah

0
1085
Fatwa MUI : Sholat Jumat di Jalan Tidak Sah

Liputan1.com-Fatwa MUI : Sholat Jumat di Jalan Tidak Sah

Beragam upaya pemerintah dilakukan untuk mencegah aksi 212 yang ditakutkan mengarah pada upaya makar dan pemakzulan. Terbaru, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akhirnya mengeluarkan fatwa bahwa melaksanakan salat Jumat di jalanan tidak sah. Fatwa ini menyasar massa aksi 212 yang bakal menggelar jumatan di sepanjang Jalan Raya Thamrin, Jalan Sudirman, dan Bundaran Hotel Indonesia.

“NU sudah mengeluarkan fatwa, Jumatan di jalan tidak sah,” kata Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj di acara Kongres XVII Muslimat NU di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (24/11/2016).

Turut hadir dalam acara itu Presiden Joko Widodo, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Menteri Sosial sekaligus Ketua Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa.

Ditemui seusai acara, Aqil mengatakan bahwa fatwa itu didasarkan pada kajian kiai dan ulama NU selama beberapa waktu terakhir.

Para ulama dan kiai NU mendasarkan fatwa itu kepada mazhab Imam Besar Syafi’i dan Maliki.

“Mazhab Maliki dan Syafi’i itu kalau imamnya di masjid, makmumnya keluar-keluar di jalan enggak apa-apa, tetapi kalau sengaja keluar rumah mau shalat Jumat di jalanan, shalatnya enggak sah,” ujar Aqil.

“Menurut mazhab itu, Jumatan harus di dalam bangunan yang sudah diniati untuk shalat Jumat di sebuah kota atau desa,” kata dia.

Aqil berpendapat, mazhab tersebut laik untuk diterapkan di Indonesia saat ini. Sebab, jika shalat dilakukan di sembarang tempat, apalagi di tempat umum, mengurangi kekhusyukan ibadah itu sendiri sekaligus mengganggu ketertiban umum.

Ketua Dewan Pembina GNPF-MUI, Habib Muhammad Rizieq Shihab mengatakan, aksi yang digelar pada 2 Desember nanti merupakan kesepakatan seluruh komponen yang ada di GNPF-MUI lantaran calon gubernur DKI petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak ditahan setelah dinaikkan status hukumnya menjadi tersangka oleh Mabes Polri.

Ia menjelaskan, aksi 2 Desember nanti bertepatan dengan Jumat qubra dan maulid akbar. Adapun bentuk aksinya, kata Rizieq, berupa aksi gelar sajadah.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here