Atlet Wushu Taolu Raih 3 Emas di Hari Pertama Piala Dunia I

0
621
Atlet Wushu Taolu Raih 3 Emas di Hari Pertama Piala Dunia I

Liputan1.com-Atlet Wushu Taolu Raih 3 Emas di Hari Pertama Piala Dunia I di Fujian Province Sports Hall, Fuzhou, Tiongkok , Sabtu (19/11)

Dengan total perolehan  3 emas, 1 perak dan 1 perunggu pada hari pertama, Indonesia memimpin dalam klasemen perolehan medali sementara. Disusul tuan rumah Tiongkok, 3 emas dan Hongkong, 2 emas dan 1 perak di peringkat kedua dan ketiga. Ajang bergengsi ini diikuti sebanyak 23 negara.

Seluruh medali tersebut masing-masing disumbangkan oleh  Juwita Niza Wasni (2 emas) dan Achmad Hulaefi (1 emas dan 1 perak). Sementara 1 perunggu dipersembahkan Charles Sutanto.

Emas pertama Juwita Niza Wasni diraih dari nomor  nangun putri setelah berhasil membukukan poin tertinggi, mengungguli pewushu putri Malaysia, Diana Bong dan Jepang, Erika Sato. Juwita kembali mengukuhkan dominasinya kala berlaga di nomor nandao putri. Lagi-lagi Juwita sukses mempecundangi dua rival terkuatnya Diana dan Erika.

Sukses Juwita berhasil diikuti rekannya Achmad Hulaefi yang sukses merebut emas di nomor gunshu putra dengan mengalahkan pewushu Taiwan, Sun Peiyuan. Namun sayang, di nomor changquan putra, Hulaefi dan rekannya Charles Sutanto gagal menghadang pewushu tuan rumah, Sun Peiyuan. Alhasil Hulaegi harus puas dengan medali perak, sementara Charles kebagian perunggu.

Kejuaraan Dunia Wushu Taolu adalah kejuaraan paling bergengsi karena pesertanya merupakan atlet elit dunia yang menempati 8 besar pada kejuaraan dunia tahun sebelumnya. Pada event kali ini, Indonesia meloloskan lima atlet yakni Juwita Niza Wasni, Achmad Hulaefi, Charles Sutanto, Fredy dan Harris Horatius.

Indonesia masih berpeluang menambah pundi-pundi medali karena Juwita Niza Wasni dkk masih turun bertanding pada hari terakhir, Minggu (20/11).

Kerja Keras

Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Master Supandi Kusuma yang menyaksikan langsung untuk memberi dukungan kepada seluruh pewushu Indonesia yang turun bertanding mengaku senang dan bersyukur atas hasil bagus yang diraih para atlet binaannya pada kejuaraan dunia wushu taolu perdana ini.

“Saya sangat bersyukur atas prestasi yang diukir para atlet dalam kejuaraan dunia kali ini.  Berkat kerja keras PB dalam membina atlet secara berkesinambungan, sehingga Tim Indonesia dapat menempati peringkat yang baik dalam perolehan medali keseluruhan. Pada kejuaraan dunia tahun lalu, di mana kita berada di peringkat kedua di bawah Tiongkok,” kata Master Supandi Kusuma yang didampingi Manajer Tim Wushu Indonesia, Heriyanto dan dua pelatih yakni Sandry Liong dan Yin Yuzhu (asal Tiongkok).

Namun demikian, Supandi mengingatkan agar atlet, pelatih, ofisial, jajaran pengurus dan seluruh pemangku kepentingan di cabang olahraga wushu tidak lantas berpuas diri dengan hasil yang diraih di kejuaraan dunia kali ini karena masih banyak tugas berat yang harus diemban untuk meningkatkan dan memajukan prestasi wushu Indonesia.

“PB Wushu Indonesia juga menyadari bahwa untuk mengoptimalkan pembinaan atlet dibutuhkan perhitungan dan pertimbangan yang sangat matang oleh orang-orang yang bemar-benar mengerti dan berpengalaman. Sehingga kita dapat meraih apa yang kita cita-citakan,” pungkasnya.

Manajer Tim Wushu Indonesia, Heriyanto menambahkan hasil bagus yang diraih Juwita Noza Wasni dkk di kejuaraan dunia kali ini karena mereka dipersiapkan secara matang selama kurang lebih satu bulan di Yayasan Kusuma Wushu Indonesia di Medan.

“Jadi mungkin inilah faktor terpenting yang menjadi modal kami di kejuaraan ini,” kata Heriyanto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here