Demontrasi di Malaysia Tuntut Najib Razak Mundur

0
461
Demontrasi di Malaysia Tuntut Najib Razak Mundur

Liputan1.com-Demontrasi di Malaysia Tuntut Najib Razak Mundur

Ribuan demonstran berkaos kuning memadati jalanan di Kuala Lumpur, Malaysia. Mereka menuntut Perdana Menteri (PM) Najib Razak mundur. Aksi demo besar-besaran ini diprakarsai oleh kelompok prodemokrasi, Bersih.

Ini merupakan aksi demo kedua kalinya dalam kurun waktu 15 bulan yang diorganisir oleh kelompok Bersih. Aksi demo kali ini dibayangi kemungkinan terjadinya bentrokan dengan kelompok pro-pemerintah atau yang dijuluki sebagai “Kaos Merah”.

Otoritas Malaysia telah menahan para pemimpin kelompok Bersih atau “Kaos Kuning” dan “Kaos Merah” beberapa jam sebelum aksi demo digelar pagi ini.

Dalam aksinya, massa “Kaos Kuning” menyerukan mundurnya Najib terkait skandal korupsi 1MDB. “Kami ingin pemerintahan yang bersih. Kami ingin pemilihan yang adil,” cetus Derek Wong, seorang agen real estate yang ada di antara ribuan demonstran “Kaos Kuning”.

“Sebagai warga negara, saya ada di sini sekarang untuk secara damai memutuskan masa depan negara. Kami berharap melihat Najib diganti dan diadili di pengadilan,” tutur pria Malaysia berumur 38 tahun itu seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (19/11/2016).

Polisi antihuru-hara tampak berjaga-jaga di sejumlah titik di Kuala Lumpur. Kepolisian menyatakan akan menutup sekitar 58 jalan dan lalu lintas akan dialihkan.

Sebelumnya pada Jumat, 18 November malam, otoritas menangkap pemimpin “Kaos Merah” Jamal Yunos, yang telah mengingatkan kemungkinan terjadinya kekerasan jika para pendukungnya berhadapan dengan kelompok Bersih. Polisi juga menangkap pemimpin “Kaos Kuning Maria Chin Abdullah beserta sejumlah aktivis lain dan politikus oposisi.

Dalam pidato yang diunggah di website-nya, pada Jumat kemarin, Najib mengatakan para pengunjuk rasa adalah “alat kelompok oposisi”.

“Gerakan mereka adalah bohong. Jelas bahwa protes jalanan ini sebenarnya oposisi menyamar sebagai LSM independen yang bekerja untuk menggeser kedudukan pemerintah yang terpilih secara demokratis,” kata Najib, yang tengah berada di Peru untuk menghadiri pertemuan puncak Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here