BNN Tembak Mati Anggota TNI, Danpuspom Apresiasi

0
640
BNN Tembak Mati Anggota TNI, Danpuspom Apresiasi

Liputan1.com-BNN Tembak Mati Anggota TNI, Danpuspom Apresiasi

Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Mayor Jenderal Dodi Wijanarko mengapresiasi kinerja Badan Nasional Narkotika

Polisi dan Ditjen Bea Cukai melakukan operasi penggerebekan di Kompleks Pergudangan Sentral Kosambi, Dadap, Tangerang, Banten, pada Selasa (15/11/2016).

Awalnya peetugas BNN melakukan pengembangan penyelidikan bersama Bea dan Cukai terkait adanya peredaran narkotika oleh sindikat internasional.

Kemudian, petugas menggelar operasi penggerebekan di Kompleks Pergudangan Sentral Kosambi Blok H5J, Dadap, Tangerang, Banten.

Di sana, aparat berusaha menangkap seorang warga negara Indonesia berinisial ZA dan seorang warga Taiwan berinisial HCHL.

ZA merupakan anggota Korps Pasukan Khas TNI AU (Kopaskhas) Wing I yang bermarkas di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Saat itu, keduanya, hendak keluar dari kawasan pergudangan tersebut dengan mengendarai mobil.

Keduanya tertangkap tangan membawa 40 bungkus sabu atau seberat 40.254 gram, sebanyak 38 bungkus atau 38.244,5 gram yang disimpan ke dalam koper. Sedangkan dua bungkus atau 2.009,5 gram lainnya, disembunyikan di dalam jok mobil

Dalam penangkapan itu, petugas terpaksa menembak lantaran keduanya melawan dengan senjata api dan berusaha melarikan diri. ZA dan HCHL tewas.

Dua orang yang diduga kuat bandar narkotika tewas dalam operasi tersebut.

Salah seorang yang tewas merupakan oknum anggota Korps Pasukan Khas TNIZz-=-[p AU (Kopaskhas) Wing I yang bermarkas di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Tentara berinisial AZ ini tewas bersama seorang warga negara Taiwan berinisial HCHL. Keduanya terpaksa ditembak karena melawan saat akan ditangkap.

“Panglima TNI berterimakasih pada tim gabungan,” ujar Dodi di Kantor BNN Pusat Jakarta, Jumat (18/11/2016).

Ia menjelaskan, sebelumnya Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sudah mengimbau para prajurit untuk tidak terlibat dalam jaringan narkotika.

Jika tetap melibatkan diri, sanksi tegas bakal dijatuhkan, termasuk pada atasannya.

“Dalam rangka pembenahan, TNI sudah memberikan batas waktu anggota TNI tidak boleh bermain narkoba. Kalau sampai Oktober ada lagi, maka atasannya ikut bertanggung jawab,” kata dia.

“Oktober ke sini, bila terlibat, proses hukum yang keras ditambah dengan pemecatan, bila melakukan perlawanan, sikat. Beliau menyampaikan seperti itu, namun tata cara dan ukuran sesuai ketentuan,” tambah Dodi.

Ia pun kembali mengingatkan kepada seluruh anggota TNI untuk tidak terlibat dengan bisnis haram tersebut.

“Silakan kalau mau coba-coba terlibat narkoba maka akan berhadapan dengan tim yang mempunyai komitmen kuat perang terhadap narkoba,” kata dia.

Adapun barang bukti yang turut diamankan, yakni 100.615 gram sabu dan 300.250 butir H5.

Selain itu, satu pucuk senjata api, delapan butir peluru, dua buah selongsong peluru, satu unit mobil, dan sembilan unit telepon genggam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here