Amnesty International Minta Penyidikan Kasus Ahok Dihentikan

0
565
Amnesty International Minta Penyidikan Kasus Ahok Dihentikan

Amnesty International meminta Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menghentikan penyidikan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Penetapan Ahok sebagai tersangka terjadi karena Polri lebih khawatir pada tekanan kelompok keagamaan garis keras, ketimbang menghormati dan melindungi hak asasi manusia.

Hal tersebut disampaikan Direktur Amnesty International untuk Asia Tenggara dan Pasifik, Rafendi Djamin yang dikutip dari situs amnesty.org.

Rafendi menilai penetapan Ahok sebagai tersangka sebagai sesuatu hal yang kontroversial, karena para penyidik berbeda pendapat tentang apakah kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok bisa dilanjutkan ke tahap penyidikan atau tidak.

Penetapan Ahok sebagai tersangka, lanjutnya, juga menunjukkan pemerintah tak sepenuhnya melindungi semua pemeluk agama di Indonesia. Padahal, selama ini Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang toleran.

Pada kesempatan itu, Rafendi juga mendesak pemerintah untuk mencabut aturan hukum tentang penistaan yang digunakan untuk menjerat pihak-pihak tertentu dari kelompok minoritas.

“Ahok, seorang Kristiani, adalah warga Indonesia dari etnis Tionghoa pertama yang terpilih sebagai Gubernur Jakarta,” kata Amnesty International menjelaskan soal Ahok yang dulu terpilih menjadi Wakil Gubernur Jakarta itu.

Amnesty International menilai sikap Polri yang mengusut kasus Ahok adalah tanda bahwa Polri terpengaruh oleh desakan kelompok keagamaan. Seharusnya, Polri lebih mengutamakan perlindungan hak asasi manusia.

“Dengan melanjutkan mengusutan investigasi kriminal dan menyatakan Ahok sebagai tersangka, otoritas telah menunjukkan bahwa mereka lebih risau terhadap kelompok keagamaan garis keras ketimbang menghormati perlindungan hak asai manusia untuk semua,” lanjutnya

Rafendi menjelaskan, opini polisi dalam gelar perkara menunjukkan adanya perbedaan. Ketidakbulatan sikap penyelidik dalam gelar perkara menunjukkan keputusan peningkatan ke penyidikan adalah keputusan kontroversial.

“Di antara polisi, pendapat terbagi soal apakah kasus ini harus diprosees, ini menunjukkan keputusan untuk membuka investigasi terhadap Ahok adalah sebuah langkah kontroversial,” ujar Rafendi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here