TNI, Polri dan Umat Gelar Istighosah

0
964
TNI, Polri dan Umat Gelar Istighosah

Istighosah dan doa bersama digelar di lapangan silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (18/11) pagi.

TNI dan Kepolisian RI menggelar Istighosah atau doa bersama di lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat. Kegiatan yang diadakan sejak pukul 07.00 WIB, Jumat, 18 November 2016 itu dihadiri oleh hampir 25 ribu personel TNI dan Polri, serta 5 ribu anak yatim dan komunitas pengajian.

Istighosah dan doa bersama para anak yatim sebagai bentuk rasa syukur untuk keselamatan dan diberikan kekuatan untuk perdamaian dan kesatuan bangsa dalam menghadapi beberapa peristiwa terakhir ini.

“Kami memberi penghargaan setinggi-tingginya kepada Panglima TNI atas inisiatif acara ini. Kita dengan ikhlas meminta pada Yang Kuasa, Pemilik langit dan bumi. Semoga Allah SWT memberikan bimbingan dan petunjuk-Nya,” ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (18/11).

Tito juga berujar saat ini bangsa Indonesia sedang dalam proses demokrasi pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017. Dengan peserta Pilkada 101 kabupaten dan kota madya diharapkan masyarakat dapat merayakan pesta demokrasi dengan aman dan damai.

“Pilkada ini bagian dari sistem politik yang berlaku saat ini yakni demokrasi yang akan memberikan hak pada setiap warga negara untuk memilih pimpinan-pimpinannya sekaligus hak warga negara untuk dipilih menjadi pemimpin,” ujar Tito dalam sambutannya.

Dalam sudut pandangnya, karena pesta demokrasi ini masyarakat menjadi terpisah-pisah karena pilihan-pilihannya. Termasuk polarisasi yang menimbulkan kerawanan karena kompetisi.

“Termasuk di Jakarta, kami melihat bagaimana dalam perjalanan ini terjadi dinamika eskalasi yang berdampak pada stabilitas keamanan sekaligus kehidupan masyarakat,” ujar Tito.

Belum lagi lanjut dia, proses Pilkada di Jakarta ada satu pasangan calon yang dilaporkan ke aparat kepolisian, yakni Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Sehingga dia berharap agar masyarakat tidak mencampur adukkan dengan politik, suku, agama, dan rasa. Serta agar sepenuhnya mempercayakan proses hukum tersebut kepada pihak kepolisian.

“Saya selaku Kapolri yang juga membawahi instansi penyidikan kasus ini, menyampaikan komitmen mengawal kasus itu sampai tingkat kejaksaan dan diharapkan proses sampai pengadilan,” tegas Tito.

Untuk diketahui Mabes Polri telah menetapkan pria yang akrab dipanggil Ahok ini sebagai tersangka pada Rabu (16/11) lalu. Ahok menjadi tersangka dalam kasus penistaan agama perihal pengujaran terhadap Almaidah 51 pada saat kunjungan di Kapulauan Seribu (27/8) lalu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here