Panglima TNI : Waspada Militer AS Tambah Pasukan di Australia

0
1016
Panglima TNI : Waspada Militer AS Tambah Pasukan di Australia

Liputan1.com-Panglima TNI : Waspada Militer AS Tambah Pasukan di Australia

Jenderal Gatot Nurmantyo mengingatkan masyarakat agar ikut mewaspadai kebijakan militer Amerika Serikat di wilayah Asia Pasifik yang akan menambah jumlah pasukan di Darwin Australia merupakan ancaman nyata bagi kedaulatan NKRI.

Darwin merupakan bagian Australia yang berbatasan dengan wilayah terdepan RI yakni Pulau Masela, Pulau Saumlaki, Pulau Selaru (daerah Maluku).

“Pulau Masela, Pulau Saumlaki, Pulau Selaru (daerah Maluku). Masela dan Darwin (Australia) jaraknya kurang lebih 90 KM. Di Darwin ada 1.500 personel militer Amerika dan mau ditingkatkan jadi 2.500. Pertanyaannya ngapain ke situ? Saya sebagai panglima TNI boleh melihat hal itu sebagai ancaman,” tandas Gatot saat memberikan kuliah umum di Balai Sidang UI, Depok, Jawa Barat, Rabu (16/11).

Menurut Gatot, ancaman terhadap negara apapun bentuknya merupakan tindakan terorisme yang harus diantisaipasi dan ditindak. Bercermin pada mobilisasi pasukan AS tadi, Gatoto menilai, hal itu sebagai bentuk teror dari negara luar.

“Teroris di Indonesia dana yang paling besar adalah dari wilayah Australia, Malaysia, Brunei dan Filipina. Islamic state saya katakan nanti akan pindah ke Asia Tenggara yaitu Jolo. Saya bersyukur presiden Filipina telah mendengarkan itu. Dia akan mengorbankan HAM untuk menjaga rakyatnya aman,” ungkapnya.

Lebih jauh, Gatot menyoroti soal ancaman terorisme di Indonesia. UU pemberantasan terorisme disebutnya masih sangat lunak dan ia berharap revisi UU tersebut yang kini tengah digodok di DPR dapat mengkategorikan tindakan terorisme sebagai kejahatan terhadap negara.

“UU pidana terorisme Indonesia sangat lunak, berbuat dulu baru dihukum. Seharusnya ini digolongkan sebagai kejahatan terhadap negara. ISIS itu latar belakangnya bukan orang-orang yang patah hati tapi (sumber) energi,” terang mantan Kepala Staf Angkatan Darat ini.

Makanya, ia berharap agar RUU Pemberantasan Terorisme dapat segera selesai. Jenderal bintang empat itu mengaku tak masalah jika TNI tidak dilibatkan selama terorisme dikategorikan sebagai kejahatan terhadap negara.

“Kita berdoa agar cepat selesai dan definisinya menjadi kejahatan terhadap negara. Dalam UU tidak menyebut satu kata pun TNI tidak masalah. Saya hanya telepon presiden teroris itu begini begini, presiden setuju, saya langsung kerjakan tanpa mendengarkan yang lain,” tuturnya.

Dalam kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa, Gatot sempat berkelakar. Acara bertajuk ‘Mari Teladani Semangat Juang Pahlawan Kemerdekaan Menuju Indonesia Raya’ itu digelar masih dalam rangka memperingati Hari Pahlawan.

“Jujur saya tidak berani datang sendirian ke sini, harus bawa pasukan karena di sini ada presiden BEM kan, ha ha ha. UI merupakan sejarah bagi saya. Pertama kali saya berani tampil umum di UI ya ini,” ucapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here