Ahok : Saya Siap Dijadikan Tersangka

0
873
Ahok Kembali Aktif Jadi Gubernur

Liputan1.com-Ahok : Saya Siap Dijadikan Tersangka

Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengaku siap apa pun keputusan polisi soal kasus dugaan penistaan agama. Sebab, Ahok yakin polisi sudah bekerja secara profesional.

“Saya percaya kepolisian itu pasti profesional, jadi apa pun putusan, saya pasti ikut,” ujar Ahok di Rumah Lembang, Menteng, Senin (14/11/2016).

Ahok bahkan mengaku siap jika ditetapkan sebagai tersangka.

“Termasuk kalau dijadikan tersangka pun saya percaya polisi memutuskan yang baik. Ini pasti secara profesional jadi saya akan terima,” ucap dia.

Meski demikian, Ahok yakin dirinya tidak bersalah atas kasus ini. Sebab dia tak berniat menistakan agama.

“Kita tentu harapkan segera dilimpahkan ke pengadilan supaya waktu di pengadilan semua bisa live, bisa melihat, dan saya percaya saya tidak bersalah,” ujar Ahok

Klarifikasi Ahok Soal Peristiwa di Pula Seribu

Ahok mengklarifikasi peristiwa di Pulau Seribu akhir September lalu yang membuat dia dituduh melakukan penistaan agama terkait isi Alquran surat Al-Maidah ayat 51.

Dalam program DBS To The Point, Beritasatu News Channel, tayang Kamis (3/11) malam, Basuki menjelaskan kejadian itu ada kaitannya dengan era ketika dia masih menjadi politisi lokal di Belitung Timur, di mana dia juga dilawan dengan isu agama.

“Waktu saya melihat ada ibu-ibu itu (di Pulau Seribu) saya terbayang waktu kejadian di Belitung,” kata Ahok.

Saat berkampanye di Belitung Timur, Ahok mengatakan banyak beredar selebaran yang menyinggung masalah etnis dan agamanya, sampai kemudian dia bertemu seorang ibu yang dikenalnya sejak dia masih kecil.

“Ibu-ibu di kampung saya ngomong begini sama saya, ‘mohon maaf ya, ibu nggak bisa milih kamu Hok.’ ‘Kenapa?’ ‘Karena ibu takut jadi kafir karena pilih kamu’,” kenang Ahok, yang kemudian terpilih menjadi bupati Belitung Timur pada Agustus 2005.

Ahok mengaku masih menyimpan selebaran-selebaran yang mengutip ayat Alquran itu dan ada yang dia serahkan ke Badan Reserse dan Kriminal Polri. Dia juga mengatakan sempat berkonsultasi dengan mantan presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur waktu itu terkait masalah tersebut.

“Ada selebaran nih Gus. Bayangin kalau yang pilih kafir jadi kafir, masuk neraka nih. Suratnya ini nih Gus,” kata Ahok mengutip pembicaraannya dengan Gus Dur ketika itu.

Menurut Ahok, Gus Dur waktu itu menasihati dia untuk membiarkan saja hal itu karena konteksnya berbeda.

“Makanya waktu di Pulau Seribu itu, waktu saya lihat ibu itu, saya melihat seperti ibu yang di Belitung Timur,” kata Ahok. Lalu dia menambahkan ada kekhawatiran ibu-ibu di Pulau Seribu akan menolak program pemerintah provinsi DKI yang dimulai sejak 2014 hanya karena agamanya, sehingga tercetuslah dialog yang membuat heboh itu.

Menurut Ahok, tidak ada sedikit pun niat dia untuk menista agama, dia hanya teringat oleh selebaran-selabaran seperti di Belitung Timur. Dan dia juga tidak berniat kampanye di Pulau Seribu, hanya ingin memastikan warga di sana menerima program pemprov karena dia menjadi gubernur atau tidak program tersebut akan tetap berjalan sampai Oktober 2017.

“Kan banyak TV, orang yang merekam, dia catat semua kok. Saya kalau menghina agama, menista agama, kira-kira aku dikeroyok di Pulau Seribu nggak waktu itu?” kata Ahok

“Itu nggak ada, masih makan siang, masih kasih bibit, panen. Sampai pulang, lima hari nggak ada berita, sampai dipotong (videonya), diedit, dikeluarin, itulah baru jadi masalah.”

Dalam bagian lain acara itu, Ahok menambahkan dia besar di lingkungan Muslim sehingga dia menghormati kaum Muslim.

“Saya tentu tidak ada maksud sama sekali untuk menista agama. Saya hidup di Belitung Timur yang 93% Muslim. Dan saya sekolah, besar juga di sekolah Islam, dan bahkan saya punya ibu angkat, saudara angkat yang Muslim,” kata Ahok.

Mantan anggota DPR itu menambahkan video di Pulau Seribu itu menjadi heboh karena mendekati pemilihan gubernur DKI.

“Ini kan gara-gara pilkada saja. Kalau nggak ada pilkada, kalau kemarin saya bilang mundur, juga nggak ribut lagi,” kata calon petahana itu.

“Saya enggak akan mundur. Kuda yang baik nggak akan makan rumput di belakangnya. Aku ini shio kuda, maju terus,” kata Ahok sambil tertawa.

Ahok tersirat mengatakan dia banyak terinspirasi oleh Gus Dur sehingga tetap berani dan berpikir rasional menghadapi masalah-masalah ras dan agama yang digunakan untuk menjatuhkan dirinya. Dia mengaku waktu berkampanye di Belitung, Gus Dur mendukung penuh dirinya.

“Masalahnya apa, yang ngomong (di Pulau Seribu) saya. Coba kalau Gus Dur masih hidup dan Gus Dur yang ngomong. Makanya kata Mbak Yenny (Wahid) ‘mulut kamu itu sudah kayak Gus Dur, masalahnya kamu bukan Gus Dur, Hok’,” kata Ahok.

.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here