Intan Olivia, Bocah 2 Tahun Korban Bom Gereja Samarinda Akhirnya Meninggal Dunia

0
670
Intan Olivia, Bocah 2 Tahun Korban Bom Gereja Samarinda Akhirnya Meninggal Dunia

Liputan1.com-Intan Olivia, Bocah 2 Tahun Korban Bom Gereja Samarinda Akhirnya Meninggal Dunia

Kabar duka menyelimuti keluarga korban ledakan bom di Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11/2016) pagi kemarin. Intan Olivia (2) meninggal dunia sekitar pukul 03.45 Wita, Senin (14/11/2016) dini hari, setelah sempat menjalani perawatan di RSUD AW Syahranie.

Luka bakar yang cukup parah, membuat bocah malang tersebut tak tertolong.

Sementara korban lainnya yang juga dirawat di rumah sakit yang sama, atas nama Triniti Hutahaya (4) masih menjalani perawatan intensif di ruang PICU.

“Semua korban yang dilarikan ke sini (RSUD AW Syahranie) mengalami luka bakar, satu korban meninggal dan satu lagi masih menjalani perawatan,” kata Humas RSUD AW Syahranie, dr Febian Satrio, Senin (14/11/2016).

Saat ini korban meninggal masih berada di ruang jenazah rumah sakit.

Diperkirakan kurang dari satu jam mendatang korban akan dibawa ke rumah duka, di Jalan Cipto Mangunkusumo, Rt 3, atau tidak jauh dari lokasi ledakan bom kemarin.

Sementara itu, korban lainnya atas nama Alvaro Aurelius (4) dan Anita Kristobel (2), juga masih menjalani perawatan di RSUD IA Moise, yang juga mengalami luka bakar.

RSUD AW Syahranie akan mengambil alih semua perawatan terhadap korban bom di Gereja Oikeumene, Minggu (13/11/2016) pagi kemarin.

Saat ini yang telah berada di rumah sakit milik Pemprov Kaltim itu, yakni Trinity Hutahaya (4) dan korban meninggal Intan Olvia Marbun (2).

Sedangkan korban lainnya masih berada di Rumah Sakit IA Moies, yakni Alvaro Aurelius (4) dan Anita Kristobel (2).

Direktur RSUD AW Syahranie, dr Rachim Dinata menjelaskan, kondisi Trinity mengalami luka bakar yang cukup serius, yakni mengalami luka bakar sekitar 50 persen, dan kondisinya masih kritis.

Sedangkan, korban meninggal mengalami luka bakar sekitar 75 persen, dan untuk dua korban lainnya, mengalami luka bakar sekitar 16 persen.

“Korban meninggal dan korban lainnya mengalami luka bakar yang cukup parah, selain itu paru-paru mereka juga mengalami gangguan karena menghirup asap maupun zat saat terjadi ledakan,” kata dia, Senin (14/11/2016).

Pihaknya pun telah membentuk tim untuk penanganan korban-korban, di antaranya terdapat spesialis bedah plastik, dokter umum, anastesi, ahli anak dan perawatan intensif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here