Ini Tanda Kena Serangan Jantung

0
1943

Liputan1.com-Ini Tanda Kena Serangan Jantung

adang, orang mengira penyakit jantung datang mendadak. Sebagian dari mereka juga percaya adanya angin duduk, yang, lagi-lagi datang mendadak. Padahal, tak ada penyakit yang datang dan pergi secara mendadak. penyakit jantung khususnya, juga punya tanda-tanda atau gejala.

Sebelum terlambat, kamu mungkin juga harus tahu bagaimana cara kerja jantung. Selain itu, apa saja yang terkait dengan penyakit ini. Tapi, kali ini Bintang.com hanya akan membahas mengenai tanda atau gejala penyakit jantung yang kerap banyak diderita, sekaligus ditakuti banyak orang.

Pertama, kamu akan merasa sangat lelah, meski tidak ada aktivitas yang terlalu berat. Hal ini disebabkan arteri yang terhubung langsung ke jantung kurang menerima aliran darah dari biasanya. Kedua, napasmu akan menjadi pendek. Soalnya, ketika jantung kurang asupan darah, jumlah oksigen yang masuk ke paru-paru sedikit.

Ketiga, tentunya kamu akan merasa pusing dan juga kadang diikuti dengan demam. Soalnya, aliran darah ke otak juga berkurang lantaran jantung tak lagi sekuat dulu saat memompa darah ke seluruh tubuh. Terakhir, kamu merasa tak nyaman dadamu. Meskipun hanya rasa sakit yang tidak seberapa, rasa tak nyaman dan sakit ini akan terus berulang hingga serangan jantung terjadi.

Nyeri di punggung, lengan, atau dada

Nyeri di punggung, dada, atau lengan juga  menjadi tanda akan serangan jantung. Saat serangan jantung terjadi, maka sel-sel otot jantung mulai kehabisan oksigen. Sehingga otot akan mulai mengirimkan sinyal rasa sakit melalui sistem saraf.

Otak Anda mungkin akan dibingungkan melalui sinyal yang datang dari lengan (atau rahang, bahu, siku, leher serta punggung bagian atas) karena sistem saraf yang dekat. “Karena rasa sakit seringkali tidak disertai dengan tekanan pada dada yang terkait dengan tanda serangan jantung, kebanyakan orang justru cenderung untuk mengabaikannya”, kata Rosen.

“Saat merasakan sakit ketika melakukakan aktivitas fisik berat, seringkali orang menganggap hal itu merupakan efek yang biasa timbul dari latihan, tapi hal tersebut belum tentu dan tidak bisa dibenarkan,” kata Rosen. “Jika gejala yang Anda rasakan merupakan hal yang baru dan mengkhawatirkan, maka Anda harus segera memeriksakannya ke dokter.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here