Target Jadikan Indonesia “Daarul Harb” Di balik Demo 411, Ini Rekaman Videonya

0
1767
Target Jadikan Indonesia "Daarul Harb" Di balik Demo 411, Ini Rekaman Videonya

Target Jadikan Indonesia “Daarul Harb” DiBalik Demo Damai 411, Ini Rekaman Videonya

Liputan1.com-Kapolri meenyatakan bahwa demo 4 November  terpicu oleh beberapa hal, pertama kelompok yang memang dari awal tidak suka terhadap gaya bicara Basuki Tjahaja Purnama; kedua, kelompok yang terprovokasi atas nama penistaan agama; dan ketiga, agenda dari kelompok yang memang sudah cukup lama ingin mendirikan khilafah,” ungkap KapolriMasih Ingat dengan pernyata’an Kapolri sehari sebelum Demo Bela Islam 4 November yang lalu?. Saat itu, Kapolri M. Tito Karnavian menyatakan ada tiga kelompok yang ditengarai tergabung di dalam aksi tersebut, salah satunya adalah kelompok yang memang sudah cukup lama ingin mendirikan khilafah di Negara Kesatuan Republika Indonesia (NKRI).

Rupanya, pernyataan Kapolri tersebut bukanlah isapan jempol, terbukti dengan terungkapnya secara terang benderang adanya kelompok radikal yang menunggangi aksi damai yang diikuti hingga jutaan Umat Islam itu.

Dengan mengatas namakan Umat Islam Indonesia, kelompok radikal tersebut dengan mudahnya menyatakan akan menjadikan Indonesia sebagai “daarul harb” atau house of war – yaitu kondisi dimana sebuah negara/wilayah akan diekspansi dan diubah menjadi “daarul Islam” atau negara Islam jika Ahok tidak dijadikan tersangka.

Modus seperti ini sama persis dengan yang dilakukan kelompok-kelompok Radikal di negara-negara Timur Tengah seperti Suriah, Irak, Libya dan negara lainnya untuk melegitimasi aksi makarnya hingga berhasil menciptakan kondisi perang tak berkesudahan di negaranya.

Kelompok inilah salah satunya yang menunggangi aksi bela Islam 411 Jumat lalu. Disebut “menunggangi” karena raktanya memang tidak mewakili semua pendemo.

Berikut video makar yang terang-terangan hendak menghancurkan NKRI dengan menjadikannya Daarul Harb atau House of War :

Kalangan muslim garis keras kerap menyatakan bahwa Indonesia berada dalam kondisi Darul Harb (kondisi perang) belum berpindah ke Darussalam (kondisi damai) ini memang sangat berbahaya, karena dalam kondisi ini menganalogikan bahwa islam hari ini disamakan dengan zaman Rasulullah sebelum masa hijrah ke Madinah,ketika relasi umat islam dengan non-muslim belum terbentuk dan cenderung bermusuhan.

Terkait cara berpikir kelompok radikal ini soal Darul harb ini KH Ma’ruf Amin sudah membantahnya, menurutnya, umat Islam saat ini tidak bisa lagi disebut Darul Harb.

“Indonesia bukan Darul harb. Muslim-nonmuslim terikat perjanjian bersama. Bersikap baik terhadap nonmuslim ini wajib,” KH Ma’ruf Amin dalam acara LTN PBNU ‘Penguatan dan Jejaring Kerja Media Islam dalam Program Deradikalisasi Agama’ di Cikini, beberapa waktu lalu

KH Ma’ruf Amin juga menyitir sebuah hadis tentang seorang muslim yang dilarang melakukan perusakan. Bahkan, tambah beliau, barang siapa membunuh nonmuslim yang terikat perjanjian maka dia tidak akan mencium baunya surga.

Beliau juga mengingatkan, bahwa konsep ini juga bukan upaya memisahkan agama dan kehidupan sosial.

“Sekulerisme juga ditolak. Kita harus menekankan pentingnya jiwa keagamaan (ruhud diniyyah) dalam aspek-aspek kehidupan, karena kita sepakat, Indonesia itu punya konstitusi,” tutupnya

(sumber berita : serambimata.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here